Dewan Ungkap Fakta Penyebab Keracunan Belasan Santriwati di Cianjur Selatan

Foto : Anggota DPRD Cianjur Fraksi Partai Gerindra Diki Ismail
CIANJUR.maharnews.com - Keracunan masal yang menimpa belasan Santriwati di Pesantren Darul Quran As-satinem Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan menambah daftar catatan buruk program MBG di Kabupaten Cianjur.
Setelah sebelumnya menimpa siswa-siswi Madrasyah Aliyah Negeri 1 Cianjur, kini menimpa belasan santriwati.
Anggota DPRD Cianjur Fraksi Partai Gerindra Diki Ismail pun langsung bertolak ke lokasi dan mengkonfirmasi beberapa pihak untuk mengungkap fakta penyebab terjadinya dugaan keracunan makanan.
Hasil konfirmasi, Diki mengaku bahwa ditemukan fakta pada menu Makan Bergizi Gratis.
Kita menemukan fakta menu MBG yang disalurkan oleh Dapur milik Yayasan Adede Lestari beraroma asam" kata Diki saat dihubungi melalui aplikasi sambungan WhatsApp, Kamis 21 Agustus 2025.
Tak hanya itu, fakta di lapangan juga ditemukan bahwa Dapur MBG yang berlokasi di Desa Cisalak ternyata diluar batas zonasi.
Dapur MBG diluar zonasi, sehingga untuk menyalurkan makanan tersebut ke sekolah, jarak tempuh kurang lebih 13 Kilometer," tukasnya.
Selain itu, kader besutan Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dapur tersebut sebetulnya belum bisa beroperasi dan belum bisa menyalurkan menu MBG.
Tapi itu sudah memulai dengan alasan menggunakan dana pribadi," ungkapnya.
Diki menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dirancang dengan tujuan untuk membangun sumber daya unggul, menurunkan angka stunting, menurunkan angka kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kepada seluruh mitra Badan Bergizi Nasional (BGN) untuk hati-hati karena ini di awasi. Kalau bisa maksimalkan daerah terdekat dengan radius yang terdekat dengan dapur umum dan memaksimalkan apa yang menjadi progam pak Prabowo," tegasnya.
Diki menambahkan bahwa pihak dapur penyalur menu MBG bersangkutan akan dilaporkan langsung terhadap presiden karena selain sudah melanggar batas ketentuan, namun juga telah mencoreng program presiden.
Saya akan laporkan langsung ke bapak Prabowo Subianto, ini tidak ada toleransi," tegas Diki bernada tinggi.
Sementara, tim medis Puskesmas Cidaun, dr Vivi mengatakan para santriwati mengeluhkan mual, pusing, bahkan ada yang sempat muntah. Vivi menduga ada indikasi keracunan.
"Gejalanya mengarah kepada keracunan makanan. Namun kami belum bisa memastikan penyebab pastinya karena harus diuji laboratorium dulu," kata dr. Vivi kepada wartawan.
- Dua Raperda Strategis Selesai Dibahas, Zulfahmi : Segera Diparipurnakan
- DPRD Tekan Pemda Cianjur Segera Menetapkan Perda RPJMD
- Pejabat Cianjur Pada Sang Saka Merah Putih
- M. Abdul Azis : Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80
- Sang Saka Merah Putih Dimata Anggota DPR RI
- Apa itu Serakahnomic, Muncul dari Presiden RI Dikutip Ketua DPR RI
- Tiga Wakil Ketua DPRD Cianjur Kompak Mangkir Paripurna, Ada Apa?