Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Eh ketahuan!! Wakil Rakyat diduga Tidur Saat Rapat Paripurna Berlangsung

Eh ketahuan!! Wakil Rakyat diduga Tidur Saat Rapat Paripurna Berlangsung

Foto : Anggota Wakil Rakyat Cianjur diduga tertidur saat Paripurna


CIANJUR.maharnews.com - Fenomena menggelikan diantara puluhan anggota wakil rakyat Cianjur yang hadir dalam rapat Paripurna, satu orang diantaranya tertangkap kamera, diduga tertidur pulas saat rapat berlangsung.


Dengan menggunakan kaca mata bening anggota wakil rakyat itu bersandar di kursi sambil meletakan tangan di atas perut, diduga tertidur.

Rapat Paripurna eganda pembahasan Raperda itu ,dipimpin Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, didampingi dua wakil Ketua DPRD, Ganjar Ramadhan, dan Lepi Ali Firmansyah, dihadiri Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian.

Di tengah berlangsungnya rapat paripurna tersebut, terjadi kericuhan hingga mengganggu wakil rakyat yang ketiduran!

Kejadian itu pun sontak mendapatkan kritikan tajam pentolan aktivis Cianjur, Hendra Malik. Ia mengatakan Fenomena anggota DPRD yang tidur saat rapat bukan sekadar masalah "manusiawi" karena kelelahan. Ini adalah simbol dari degradasi etika dan hilangnya rasa hormat terhadap mandat rakyat.

Rapat Paripurna, kata Hendra, seharusnya menjadi puncak dari proses demokrasi. Di sanalah kebijakan yang menentukan nasib jutaan perut rakyat diputuskan. Namun, ironisnya, kata Hendra, kamera wartawan berkali-kali menangkap pemandangan yang sama: seorang anggota dewan yang terhormat sedang asyik terbuai mimpi, sementara di mimbar sana, nasib publik sedang dipertaruhkan.

"Gaji, tunjangan, hingga biaya operasional seorang anggota DPRD dibiayai sepenuhnya oleh pajak rakyat—dari pedagang pasar yang bangun subuh hingga buruh yang lembur sampai malam. Ketika mereka tidur di tengah rapat, mereka sebenarnya sedang mencuri waktu dan uang rakyat. Itu adalah tidur paling mahal yang pernah dibayar oleh publik, namun tanpa memberikan timbal balik apa pun selain dengkur dan ketidakpedulian," ujarnya.

Setiap kursi di ruang sidang, lanjut Hendra Malik, itu adalah representasi dari ribuan suara. Saat seorang anggota dewan memejamkan mata di tengah diskusi kebijakan, dia sedang menutup mata terhadap aspirasi konstituennya. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengklaim sedang memperjuangkan hak rakyat jika mendengarkan laporannya saja tidak sanggup?

"Alasan "kelelahan karena jadwal padat" sudah basi. Jika mereka tidak sanggup menjalankan tugas fisik dan mental sebagai wakil rakyat, seharusnya mereka tidak mencalonkan diri sejak awal," katanya.

Hendra menegaskan, membiarkan perilaku ini terus terjadi tanpa sanksi tegas dari Badan Kehormatan (BK) hanya akan memperkuat stigma bahwa gedung DPRD hanyalah tempat untuk bersantai setelah lelah berkampanye.

"Rakyat mengirim kalian ke gedung itu untuk menjadi penyambung lidah, bukan menjadi tukang tidur yang dibayar mahal." imbuhnya.

Sudah saatnya publik berhenti menganggap foto atau video anggota dewan yang tidur sebagai bahan lelucon belaka. Itu bukan komedi, itu adalah tragedi demokrasi. Kita butuh wakil yang terjaga untuk menjaga kepentingan kita, bukan mereka yang baru terbangun hanya saat masa reses atau menjelang pemilu tiba.

"Jika untuk tetap terjaga saja mereka gagal, lantas bagaimana kita bisa percaya mereka akan menjaga amanah yang jauh lebih berat?," pungkasnya.





Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE