Herman "Selingkuhi" Golkar? AB Tegaskan Golkar Tidak Menganut KTA Ganda

Herman "Selingkuhi" Golkar? AB Tegaskan Golkar Tidak Menganut KTA Ganda

Foto : Sekertaris DPD Golkar Jawa Barat, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ade Barkah Surachman


CIANJUR.Maharnews.com- Kabar soal foto Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman sedang menunjukan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan rupanya sudah sampai ketelinga Sekertaris DPD Golkar Jawa Barat, Ade Barkah Surachman.

Tak sekadar kabar, politisi senior Golkar yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu juga mengaku sudah melihat secara langsung foto aksi Herman memegang KTA PDIP.

" Iya, kemarin ini saya lihat juga fotonya menerima KTA dari partai rekan kita juga,"kata Kang AB panggilan akrab Ade Barkah saat di konfirmasi Maharnews.com

Padahal, ungkap AB, sampai sekarang Herman tercatat masih merupakan kader Golkar. Buktinya yang bersangkutan pernah membuat KTA partai Golkar.

“Itu bukti fotonya juga ada, saat daftar Pilkada tahun 2015 lalu,”imbuhnya.

Saat ditanya soal boleh tidaknya kader Golkar mempunyai KTA partai lain, Kang AB menjelaskan, selama puluhan tahun dirinya menjadi kader, partai Golkar tidak pernah menganut KTA ganda. Bahkan ia pun mempersilahkan Herman untuk memilih apakah akan tetap di Golkar atau berpindah partai.

“Golkar tidak menganut KTA ganda, silahkan saja beliau memilih, mau tetap di Golkar atau mau pindah partai,”kata Kang AB dengan nada tinggi.

AB juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Herman pada Pemilu kemarin (2019, red), pasalnya selaku kader yang bersangkutan tidak ada kontribusinya kepada partai Golkar selaku partai pengusung pasangan( Irvan-Herman) pada Pilkada Cianjur 2015.

“Yang jelas selama di Golkar kan pemilu kemarin kontribusinya bukan ke Golkar. Cirinya, kalau memang Golkar, menantunya juga Golkar dong. Itu kalau bicara partai,”ucap AB sambil tersenyum.

Menyikapi sikap politik yang ditunjukan Sang Petahana, AB mengaku tidak bisa memaksakan kehendak, apalagi mencegah seseorang memposisikan diri mau masuk partai mana.

Hanya saja menurutnya, semua partai akan bersikap yang sama, melarang kadernya mempunyai KTA partai lain.

“Saya kira semua partai sama seperti itu. Jadi kalau memang mau Golkar ya Golkar,”tegas AB.

Memang sekarang ini jelas AB, partai partai itu beda dengan dulu, bisa memberi sanksi tegas. Karena begini, seseorang itu memang ada yang butuh dengan partai, tapi ada juga yang merasa dibutuhkan oleh partai. Tergantung dari sisi mana melihatnya.

“Kalau model saya, Pa Isnaeni, Pa Tayo ini kader tulen. Kita merasa dibesarkan oleh partai, bahkan sangat jauh kalau kita merasa partai itu besar oleh kita, tidak sampai seperti itu. Mungkin pemikirannya dari sudut pandang yang berbeda dengan kita kita,”jelas AB seperti memberi pesan pada seseorang lewat kalimat terakhir yang disampaikannya.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE