Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Keracunan Makanan MBG Melanda Cianjur, Korban Mencapai Dua Ratus Lebih, Apa Kabar Satgas MBG?

Keracunan Makanan MBG Melanda Cianjur, Korban Mencapai Dua Ratus Lebih, Apa Kabar Satgas MBG?

Foto : Salah satu korban keracunan makanan MBG mendapat perawatan di puskesmas Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Selasa 26 Januari 2026


‎Maharnews.com- Ratusan siswa korban keracunan massal usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG),kembali terjadi di Kabupaten Cianjur.

Peristiwa itu terjadi di diua kecamatan, yakni Kecamatan Cikalongkulon dan Kecamatan Kadupandak, Selasa 27 Januari 2026.

‎Berdasarkan data sementara, korban terbanyak di Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, mencapai 176 orang mengalami gejala keracunan, mulai siswa balita, hingga lanjut usia. Sementara di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, sebanyak 42 siswa sekolah dasar turut menjadi korban. Total yang mengalami keracunan di Cianjur mencapai 218.

‎Keluhan yang dialami para korban beragam, di antaranya mual, muntah, pusing, hingga sakit perut. Sebagian korban bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.

‎Salah satu orang tua korban, Mirawati, warga Kecamatan Cikalongkulon, mengatakan anaknya yang masih duduk di bangku PAUD mulai mengalami muntah sekitar pukul 15.00 WIB.

‎“Iya muntah-muntah sampai tiduran di kamar mandi, lemes. Terus buang air kecil. Awalnya gak percaya keracunan MBG, pas dikerok malah muntah sama keluar busanya,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

‎Mirawati mengungkapkan, menu MBG yang dikonsumsi anaknya terdiri dari tahu, ayam suwir, dan sayur sawi. Namun, ia mencium bau tidak sedap dari lauk ayam suwir tersebut.

‎“Iya ayamnya ada bau, kirain gak papa. Eh pas pulang main langsung muntah-muntah,” katanya.

‎Hal serupa disampaikan Dedeh, orang tua korban lainnya. Ia mengaku sejak awal sudah ada keluhan terkait aroma makanan MBG, khususnya pada daging ayam dan sayuran yang tercium bau asam.

‎“Pas pulang sekolah awalnya aman. Tapi setelah beberapa jam, sekitar jam empat sore, ada yang muntah lebih dari tiga kali. Saya sempat konfirmasi ke desa lain, takutnya bukan dari MBG. Pas ke puskesmas ternyata dari sekolah lain juga,” ungkapnya.

‎Menurut Dedeh, tidak hanya siswa sasaran MBG yang terdampak. Banyak lansia dan balita ikut mengalami keracunan karena mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak atau anggota keluarga.

‎“Yang SD, yang SMP itu sebenarnya bukan sasaran MBG dapur tersebut, tapi ikut makan punya adiknya. Ada juga yang dimakan neneknya, adiknya, sama orang tuanya, jadi dampaknya ke mana-mana,” jelasnya.

‎Sementara itu, Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf menyampaikan, hingga saat ini jumlah korban keracunan di wilayahnya tercatat sebanyak 176 orang.

‎“Data sementara dari Puskesmas Cijagang ada 170 kasus dan dari Puskesmas Cikalongkulon ada enam kasus. Untuk rujukan, dari Puskesmas Cijagang ada dua orang dan dari Puskesmas Cikalongkulon satu orang,” katanya.

‎Ia menambahkan, menu MBG tersebut didistribusikan ke 36 sekolah mulai dari PAUD hingga SMP. Namun, yang melaporkan kasus keracunan ke puskesmas baru berasal dari enam sekolah.

‎“Yang masuk laporan ke puskesmas baru enam sekolah, terdiri dari satu PAUD, satu MTs, dan sisanya SD,” pungkasnya.

‎Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta penelusuran penyebab pasti keracunan massal tersebut.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE