Padukan Rumah Adat Sunda dan Semangat Proklim, DLH Cianjur Hadirkan Simfoni Kehidupan dalam Mobil Hias Penuh Makna

Foto : Kepala Dinas Lingkungan Hidup : Komarudin
CIANJUR.maharnews.com - Semarak peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349 kian memukau dengan kehadiran karya penuh filosofi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur. Melalui kendaraan hias bertema "Proklim" (Program Kampung Iklim), DLH menyajikan perpaduan indah dan harmonis antara kearifan lokal bangunan tradisional Sunda dengan aksi nyata pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan, menjadi salah satu daya tarik paling sarat makna dalam pawai budaya tahun ini.
Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin, menjelaskan secara mendalam bahwa konsep kendaraan hias tahun ini dirancang bukan sekadar untuk memikat mata, melainkan untuk menyuarakan pesan luhur: pentingnya menjaga warisan budaya leluhur harus berjalan beriringan seirama dengan upaya tak henti melestarikan alam semesta agar tetap hijau dan lestari bagi generasi mendatang.
Simbolisme Visual yang Menggetarkan Hati Setiap jengkal bagian kendaraan ini diisi dengan simbol yang penuh makna mendalam:
Lanskap Ekosistem Miniatur: Bagian depan hingga tengah kendaraan menyuguhkan pemandangan miniatur perbukitan hijau, pepohonan rindang, serta susunan bebatuan yang menenangkan mata.
Di sela-sela keindahan alam itu, berdiri kokoh tiga jenis kotak pemilah sampah—sebagai pengingat nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari hal sederhana namun krusial, yakni mengelola sampah dan beradaptasi terhadap perubahan iklim global.
Rumah Adat Sunda yang Anggun: Menjadi pusat perhatian, replika rumah tradisional Sunda berdiri gagah dengan dinding anyaman bilik bambu yang khas dan atap rumbia alami.
Penggunaan material asli seperti kayu, akar, dan serat alam lainnya menegaskan identitas asli tatar Cianjur yang hidup selaras dan bersahabat dengan alam sekitarnya.
Pesan Lokal yang Mengguncang Dunia: Di bagian paling belakang, terpasang instalasi seni berupa miniatur bola dunia yang ditopang kuat oleh struktur akar dan pohon yang rimbun. Ini adalah pernyataan tegas bahwa setiap aksi kecil yang dilakukan di tingkat kampung dan daerah memiliki dampak besar yang menopang kelangsungan hidup bumi secara keseluruhan.
"Melalui keikutsertaan kami dalam perayaan Hari Jadi Cianjur ke-349 ini, kami ingin menegaskan kepada segenap lapisan masyarakat bahwa menjaga warisan leluhur kita yang luhur harus senantiasa berjalan seiring dengan upaya menjaga bumi tercinta agar tetap hijau, asri, dan lestari," ujar Komarudin dengan penuh harap.
Ia pun berharap pesan moral yang tersirat dari karya mobil hias Proklim ini mampu menggugah kesadaran kolektif masyarakat Cianjur. Semoga kehadirannya memotivasi setiap warga untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah masing-masing, serta turut aktif menjaga keasrian dan keindahan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya demi masa depan yang lebih baik.
- Angkat Tema Tauco Cianjur, DPMPTSP Padukan Warisan Kuliner dan Potensi Investasi Daerah
- Angkat Tema Beras Pandanwangi, RSUD Sayang Padukan Kebanggaan Lokal dan Pelayanan Prima di Karnaval Budaya
- Mobil Hias Setda Cianjur Angkat Legenda Manisan Khas Cianjur, Curi Perhatian di Karnaval Budaya
- Kapolres Cianjur Hadir Langsung Memeriahkan dan Amankan Gelaran Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026
- Kuda Kosong: Ikon Legendaris Cianjur Pimpin Pawai Budaya Cianjur Fest 2026
- Cagar Budaya Gunung Padang Tampil Megah dalam Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026
- Kejanggalan Dokumen Perdamaian Kasus Agus Suhendar, LBH Cianjur Minta Polres Supervisi dan Pengalihan Perkara














