Yayasan BCI Resmikan Jembatan Cikondang, Murid Tak Lagi Bertaruh Nyawa

CIANJUR. Maharnews.com - Yayasan Bangun Cendekia Indonesia (BCI) membangun dan meresmikan Jembatan Cikondang, Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur yang menjadi harapan warga. Para murid SD Datarmuncang kini tak lagi harus bertaruh nyawa hanya untuk bersekolah.
Jembatan Cikondang merupakan penghubung Desa Malati dan Wangunjaya Kabupaten Cianjur. Jembatan ini menjadi jalur utama bagi murid SD di Kampung Datarmuncang, Desa Malati menuju sekolah mereka.
Perwakilan warga, Dedi mengungkapkan bahwa ia awalnya pesimis dengan informasi ada pihak yang siap membangun jembatan Cikondang. Apalagi perhatian itu bukan berasal dari pemerintah.
"Sudah beberapa media nasional dan stasiun televisi memberitakan kondisi jembatan itu, namun tak ada hasil. Usulan ke Pemkab sudah dilakukan, tetapi tetap gagal," ungkapnya dalam sambutan saat menyambut kedatangan tim Yayasan BCI dalan rangkaian acara peresmian Jembatan Cikondang, Sabtu, 5 September 2026.
Dedi menyebut, kondisi jembatan sebelum dibangun sudah sangat tidak layak dilalui. Namun warga dan anak sekolah tetap menggunakannya karena akses terdekat menuju sekolah.
"Warga dan murid berjalan kaki ke sekolahnya, dan harus melalui jembatan tersebut," tuturnya.
Namun kini, Dedi mengatakan rasa pesimis dan kecewa itu tergantikan dengan rasa syukur dan terima kasih kepada Yayasan BCI yang akhirnya membangun hingga meresmikannya.
"Dengan jembatan ini masyarakat dapat menggunakan jembatan Cikondang. Kami mengucapkan rasa terima kasih semoga menjadi amal jariah," ucapnya.
Sementara, Pembina Yayasan BCI, Muhammad Ibrahim Adjie Kemal dalam sambutannya tidak berbicara banyak. Ia hanya berharap jembatan yang dibangun bermanfaat bagi seluruh warga dan menjadi amal jariah untuk semuanya (pekerjaan pembangunan jembatan hampir seluruhnya kerja bakti warga sekitar, red).
Informasi dihimpun, bertahun tahun jembatan Cikondang tak tersentuh. Upaya usulan pembangunan jembatan, baik ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atau pihak lain selalu gagal.
Sebelum jembatan Cikondang dibangun, setiap hari sejumlah warga dan murid SD Datarmuncang yang ingin melewatinya harus melalui jalan setapak terjal dan kondisinya sangat licin jika musim hujan. Setelahnya, mereka juga harus bertaruh nyawa saat melewati jembatan Cikondang yang tak layak. Hingga akhirnya pihak sekolah memutuskan jika cuaca buruk seperti hujan lebat sejak pagi sebelum anak-anak berangkat sekolah, anak-anak terpaksa diliburkan.
Sebenarnya, ada jalur lain yang dapat digunakan, namun jarak tempuhnya hingga beberapa jam. Tetapi, jika melalui jalur setapak ke Jembatan Cikondang hanya memakan waktu setengah jam berjalan kaki dengan jarak tempuh lebih kurang 2 kilometer.
Kini, tak hanya jembatan Cikondang yang dibangun, jalan setapak yang awalnya hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, diperlebar dan dilakukan pengerasan dengan batu, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua. Nantinya, musim hujan pun tidak akan menjadi kendala bagi masyarakat dan anak sekolah menggunakan jalur tersebut. (wan)
- Tuntutan Tanpa Kompromi: Cabut SE UHC, Selamatkan 815 Ribu Nyawa Warga Cianjur
- Sang Kuda Kosong Menghentak: Antara Mitos dan Keperkasaan di Pawai Agung Cianjur
- PDI Perjuangan Cianjur Gelar Rutinitas Jumat Berkah, Bagikan Nasi Kotak ke Pengendara
- Jembatan Maut di Cilaku Viral: Lubang Beton Langsung Terbuka ke Sungai, Emak-emak Berani Ungkap Lewat Medsos
- Golkar Cianjur Dukung Percepatan Jalan: Wajib Merata, Tak Hanya Terpusat!
- Ketua DPRD Cianjur : Anggota Dewan Tak Boleh Terlibat Transaksional Anggaran
- Pancasila Sering Digaungkan, tapi Tak Dijalankan!













