Ada Ayam Kampung di BPNT, DPRD Turun Tangan

Ada Ayam Kampung di BPNT, DPRD Turun Tangan

Foto : Komisi D DPRD Cianjur melakukan sidak ke warga penerima bantuan ayam hidup di Kecamatan Pagelaran, Kamis (28/1/2021).


CIANJUR. Maharnews.com - Menindaklanjuti hasil sidak dilapangan terkait beberapa temuan dugaan pelanggaran realisasi program BPNT. Komisi D DPRD Cianjur dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil Supplier, e-Warung, TKSK, BRI, dan Kepala Dinas Sosial.

Hal itu dikatakan ketua Komisi D Sahli Saidi usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah KPM yang menerima ayam hidup dalam paket BPNT, di Kampung Puncaksari, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Kamis (28/1/2021).

Ia menegaskan, sehabis kegiatan reses kita akan jadwalkan untuk memanggil Supplier, e-Warung, TKSK, BRI, dan Kepala Dinas Sosial.

"Tentunya tujuan kita memanggil mereka untuk menanyakan terkait hal-hal temuan temuan dilapangan," Tegasnya.

Disinggung soal hasil kegiatan sidak di kecamatan Pagelaran, Sahli mengungkapkan, ternyata banyak KPM setelah menerima ayam malah ingin memelihara.

"Namun sebenarnya kerugian bagi warga karena seharusnya penerima bantuan tersebut menerima daging siap konsumsi," Tukasnya.

Sahli berharap kedepan agen e-Warung untuk tetap memberikan bantuan daging siap konsumsi baik itu daging ayam atau daging sapi yang berkualitas.

Seperti dikatakan KPM, Oom (55) Ia mengaku masih menginginkan daging ayam atau daging sapi siap konsumsi.

"Kemarin saya menerima paket bantuan ayam hidup, tahu, telur, beras, jeruk, wortel, inginnya sih daging siap konsumsi saja," kata Oom.

Sementara KPM lainnya Masliah (48) asal Kampung Sindangkerta, setelah dirinya menerima ayam dari paket BPNT dirinya memelih untuk memelihara ayam bantuan tersebut.

"Nanti saya mau cari betinanya biar beranak ," kata Masliah 

Kepala Desa Pagelaran, Rachmat Rustandi, di wilayahnya ada 526 penerima bantuan namun dikoreksi atau berkurang sekitar 74 KPM.

"Jadi ada penerima BPNT, PKH, dan BST juga," kata Rachmat.

Camat Pagelaran Deni Widia Lesmana mengatakan, untuk jumlah desa di Kecamatan Pagelaran ada 14 desa, namun tak merata mendapat ayam hidup.

"Ada beberapa agen yang menyalurkan ayam hidup dan sebagian daging sapi," katanya.

Ia mengatakan, hampir separuhnya warga mendapat bantuan ayam hidup dari jumlah desa yang ada.

"Hasil evaluasi kami penyaluran berikutnya agen harus menyalurkan daging siap konsumsi, semoga dengan daging siap konsumsi nanti warga yang biasanya tak makan daging jadi ikut merasakan makan daging," katanya. (NN).




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE