ASN Cianjur Galau, Ternyata Ini Penyebabnya

ASN Cianjur Galau, Ternyata Ini Penyebabnya

Foto : Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cianjur


CIANJUR.Maharnews.com- Kegalauan tengah melanda sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. 

Ditengah wabah Covid-19 yang semakin menjadi, para abdi Negara itu harus menghadapi persoalan lain yang cukup pelik. Gaji yang biasanya diterima awal bulan, hingga Selasa (5/1/2021) masih tak kunjung cair.

"Sampai sekarang kita belum menerima gaji. Padahal, biasanya gaji masuk ke rekening itu pertanggal 1 atau lambatnya tanggal 2. Tapi sampai sekarang masih tak kunjung cair,"ujar salah seorang ASN yang enggan disebut namanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/1/2021).

Ia mengungkapkan, informasinya keterlambatan penyaluran gaji itu dikarenakan adanya perubahan sistem aplikasi dari pusat.

"Katanya sih ada perubahan aplikasi Kang,"imbuhnya 

Pihakny berharap pemerintah daerah bisa segera mengantisipasinya, keterlambatan penyaluran tidak sampai berlarut-larut.

"Ya kalau kita sendiri sih bisa bertahan. Tapi bagaiamana yang dibelakang kita (Keluarga),"ucapnya.

Sayang, para pemangku kebijakan di Pemkab Cianjur belum dapat memberikan keterangan terkait keterlambatan penyaluran gaji ini. 

Penjabat Sekertaris Daerah, Cecep Alamsyah saat disambangi kantornya sedang tak berada di tempat. Begitupun Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dedi Sudrajat, sedang tidak berada di tempat saat didatangi kantornya.

"Pa Kabannya sedang rapat di luar Kang,"ujar Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD, Erwin.

Sementara itu Inspektur Inspektorat Daerah (Irda)  Arif Purnawan saat dikonfirmasi soal keterlambatan gaji ASN Cianjur mengatakan saat ini penyaluran gaji sedang di proses oleh dinas terkait.

"Sekarang sedang dalam proses Kang. Besok atau lusa juga sepertinya sudah beres,"pungkasnya. 




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE