Dua Musim Tanam Terlalai : Pupuk Langka, Biaya Melonjak di Cianjur

Foto : Ilustrasi
CIANJUR.maharnews.com - Sudah dua musim tanam petani Cianjur menahan napas. Pupuk bersubsidi yang menjadi nyawa pertanian justru menjadi barang yang sulit ditemukan. Dan hingga kini, tak ada jawaban nyata dari Pemerintak Kabupaten Cianjur.
Dani, petani dari Desa Langansari, Kecamatan Karangtengah, mengungkapkan keprihatinan yang tak tertahankan, berkali-kali mencari, pasokan tak ada. Yang ada justru pupuk dari luar daerah dengan harga jauh lebih mahal.
Akibatnya, biaya produksi membengkak, keuntungan menipis, semangat bertani diuji hingga batas tahan.
"Kami sudah dua musim kesulitan pupuk. Kalau dibiarkan terus, kami terpaksa menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi," tegas Dani, Rabu 7 Oktober 2026.
Pertanyaannya tajam dan sederhana di mana perhatian Pemkab Cianjur?
Petani tak meminta kemewahan. Mereka hanya butuh pupuk tepat waktu, cukup jumlahnya, dan harganya terjangkau. Dua musim bukan waktu yang singkat itu tanda kelalaian yang nyata. Jika suara di lapangan tak didengar, jangan salahkan jika akhirnya keresahan berubah menjadi gelombang di jalanan.
Baca
- Hanya 9 dari 380 SPPG Punya Izin Lingkungan, DLH Cianjur Tegas Tidak Boleh Menunggu!
- UHC Cianjur Terindikasi Korupsi
- KTA Jokowi : Pintu Terbuka, Menang Masih Harus Dibangun Sendiri
- Metty Triantika Maknai Rasa Syukur Dengan Berbagi Di HUT ke 47
- Pilkades Digital : Diklaim Lebih Efisien, Tapi Jadwal Masih Gantung Di Tangan Bupati
- Digitalisasi Pilkades Dinilai Minim Celah Kecurangan, Lis Boy : Berharap Lahir Kades Berkualitas
- Berdiri Di Tengah Badai, Camat Pasirkuda Pertahankan Kedamaian Hingga Darah Pengabdian Tumpah
Berita Terkait
Tulis Komentar Facebook
Komentar Facebook
Kembali ke Home


.jpg)







.jpg)


