Fakta Baru, Beras BPNT Campur Butiran Plastik Terungkap Dalam Rapat Kerja Komisi D

Fakta Baru, Beras BPNT Campur Butiran Plastik Terungkap Dalam Rapat Kerja Komisi D

Foto : Rapat kerja Komisi D yang digelar diruangan Rapat Gabungan, Gedung wakil rakyat dengan melibatkan Kepala Dinas Sosial, Camat Bojongpicung, TKSK, Supplier dan Kepala Desa Sukaratu, serta sejumlah anggota Ormas,


CIANJUR. Maharnewscom - Komisi D DPRD Cianjur menggelar rapat kerja dengan dinas sosial (Dinsos) terkait polemik program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Fakta baru beras bercampur butiran plastik terungkap dalam rapat, Kamis (24/9/2020).

Rapat kerja Komisi D yang digelar diruangan Rapat Gabungan, Gedung wakil rakyat dengan melibatkan Kepala Dinas Sosial, Camat Bojongpicung, TKSK, Supplier dan Kepala Desa Sukaratu, serta sejumlah anggota Ormas, berlangsung berisitegang.

Fakta baru beras bercampur butiran plastik terungkap dalam rapat, saat pimpinan rapat Ketua Komisi D Sahli Saidi meminta keterangan terhadap Camat Bojongpicung terkait ditemukannya beras bercampur butiran plastik tersebut.

Dalam keterangannya Camat Bojongpicung Ejen Jaenal Mutaqin mengatakan, selain di kampung Margaluyu Desa Sukaratu, beras bercampur plastik ditemukan lagi di Kampung Babakan Asem Rt 02/02 Desa Cibarengkok.

"Karena ada informasi juga di Cibarengkok ada dua KPM atas nama Karlenk dan Kokom, yang berasnya tinggal setengah karung sisa dipasak, ternyata ditemukan dua butiran plastik, sedangkan untuk pak Kokom terdapat lima butir dalam beras, dan barang bukti telah diamankan kanit reskrim Polsek Bojongpicung" ungkapnya.

Selain itu Ejen mengungkapkan bahwa ada satu keluarga KPM yang sudah memasak beras tersebut dan memakannya.
 
"Tapi alhamdulillah setelah di cek kesehatannya memang tidak ditemukan gejala-gejala, atau kondisi yang mencurigakan atau dikatakan tidak ada perubahan dalam tubuhnya. Alhamdulilah dalam kondisi sehat," Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Amad Mutawali saat dikonfirmasi usai kegiatan rapat terkait banyaknya pengaduan program BPNT yang disampaikan Komisi D dan temuan lainnya mengatakan, "Kita akan buat surat langi dan mengevaluasi lagi," singkatnya. (NN)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE