Penampakan Presiden Soekarno di Kampung Cijember, Sempat Makan Nasi Oyek Bersama Warga

Penampakan Presiden Soekarno di Kampung Cijember,  Sempat Makan Nasi Oyek Bersama Warga

Foto : Ilustrasi. Net


CIANJUR.Maharnews.com- Banyak kejadian ataupun peristiwa di dunia ini yang sulit diterima dengan akal, karena diluar nalar manusia. 

Sepertihalnya kejadian yang dikisahkan sesepuh Desa Sukajembar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, soal penampakan sosok orang penting di Negara Indonesia semasa waktu awal kemerdekaan di kampungnya. 

Sosok yang dimaksud adalah Bapak Proklamator Republik Indonesia dan Presiden Pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia periode 1945—1967, Soekarno. 

Berdasarkan penuturan Abah Mpar, salah seorang sesepuh di Kampung Cijember yang sekarang ini telah berganti nama menjadi Desa Sukajembar, Presiden RI pertama itu datang ke Cijember tanpa pengawalan aparat. 

Bahkan warga sama sekali tidak mengetahui kalau orang yang hadir saat itu adalah sosok Soekarno. 

"Bapak (Soekarno) kadieuna teh sakitaran jam 3 sore, waktu ashar. Mimitina kabeh ge teu apal ye eta teh Bapak, soalna make raksukanna oge siga pa tani, malah teu beda siga aki aki make caping. (Bapak datang kesini (Cijember,red) sekitar pukul 15.00 Wib, selepas sholat ashar. Awalnya kita tidak tahu kalau orang yang datang itu adalah Bapak, soalnya penampilannya lain daripada yang lain, terlihat seperti kakek kakek) ,"tutur Abah Mpar mengisahkan kembali peristiwa  yang selalu dikenang warga Kampung Cijember saat ditemui di kediamannya di pasir Cangkuang, belum lama ini.

Pemilik nama lengkap Suparman itu melanjutkan ceritanya, tak hanya sekadar singgah saat itu Bapak juga sempat mencicipi makanan nasi Oyek bersama warga. 

Bahkan  disela mencicipi suguhan makanan, ia sempat mengucapkan sederet kata kata yang menyulut semangat warga. 

"Merdeka, urang masih bisa dahar sampeu dialasan daun cau (Merdeka, kita masih bisa makan singkong beralaskan daun pisang),"kata Abah menirukan ucapan orang bercaping tersebut.

Kejadian yang membuat geger lainnya yaitu saat sosok orang bercaping yang mencicipi Nasi Oyek bersama warga tersebut beranjak pergi. 

Pasalnya setelah dibuntuti warga ke arah sebuah pasir tak jauh dari kantor Desa Sukajembar sekarang ini, sosok tersebut tiba tiba menghilang. 

Namun sesaat sebelum menghilang, sosok tersebut membuka caping dan banjunya, seketika itu pula tampak sosok peria berpeci hitam, dibajunya tertera nama Soekarno. 

"Samemeh ngilang beulah pasir dekeut kantor desa, eta jalmi teh ngabuka pakean jeung topina. Kabeh rareuwas kacida, sabab barang disidik, ngadeg hiji sosok lalaki make peci hideung, dina bajuna katingal aya ngaranna Soekarno. Geuningan eta jalma teh singhoreng Bapak (Sebelum menghilang di bukit dekat kantor desa, sosok itu membuka pakian dan topi capingnnya. Semua kaget, sebab saat dilihat lagi, disana sudah berdiri sosok lelaki memakai peci hitam, dibajunya tertera nama Soekarno. Ternyata orang itu adalah Bapak,"tutur Abah. 

Tak selesai disitu, Abah kembali melanjutkan cerita yang tak kalah membuat geger bercampur heran warga Cijember saat itu soal kabar santer yang tersiar lewat radio RRI. 

Dimana, lewat radio tersebut pa Soekarno mengisahkan kalau dirinya singgah ke kampung Cijember dan makan Nasi Oyek bersama warga. 

"Sekitar jam 7 peutingan aya kabar di radio RRI. Harita pa Soekarno nyebatkeun manehna sumping ka kampung Cijember, terus dahar Nasi Oyek jeung warga. Rek teu matak reuwas kumaha warga di Cijember harita teh Jang. Kajadian jam 3 sore, dina radio geus diabarkeun jam 7 peuting ku anjeunna.  

( Sekitar pukul 7 malam ada kabar di radio RRI. Waktu itu pa Soekarno menyebutkan kalau dirinya datang ke Kampung Cijember terus makan nasi Oyek bersama warga. Bagaimana tidak kaget warga Cijember saat itu. Kejadian jam 3 sore di Cijember, jam 7 malam sudah dikabarkan di radio),"ujar Abah seraya menyebut kabar tersebut semakin meyakinkan kalau yang datang ke kampung Cijember adalah Pa Soekarno. 

Cerita soal kedatangan sang fenomenal itu ke Kampung Cijember hingga sekarang ini masih tetap dikenang warga setempat, khususnya para sesepuh yang masih ada, saksi atas kejadian tersebut. 




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE