Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Ratusan Ribu Pengangguran Tantangan Satu Tahun Pemerintahan Wahyu Ramzi

Ratusan Ribu Pengangguran Tantangan Satu Tahun Pemerintahan Wahyu Ramzi

Maharnews.com- Satu tahun pemerintahan Wahyu Ramzi berjalan dengan sejumlah indikator sosial yang menunjukkan perbaikan. Infrastruktur mulai bergerak, cakupan layanan kesehatan meningkat, dan optimisme publik perlahan tumbuh.

Namun ada satu angka yang tak bisa diabaikan: hampir 100 ribu warga Cianjur masih menganggur.

Dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekitar 6,17 persen pada 2025, dan estimasi angkatan kerja sekitar 1,5 juta orang, jumlah penganggur berada di kisaran 95–96 ribu jiwa. Tahun sebelumnya, TPT berada di 5,99 persen. Kenaikan 0,18 poin memang terlihat kecil, tetapi itu berarti sekitar tiga ribu orang tambahan kembali masuk barisan pencari kerja.

Dalam statistik, ini disebut fluktuasi. Dalam kehidupan nyata, ini berarti ribuan keluarga tanpa penghasilan tetap.

Tren penurunan pengangguran dari 2020 hingga 2024 sempat memberi harapan bahwa ekonomi daerah telah pulih pascapandemi. Namun kenaikan pada 2025 menjadi sinyal bahwa penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya stabil. 

Pertumbuhan angkatan kerja baru terutama dari lulusan muda belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan pekerjaan. Di sinilah tantangan tahun kedua pemerintahan diuji.

Menurunkan kemiskinan bisa dibantu dengan intervensi sosial. Tetapi menurunkan pengangguran membutuhkan mesin ekonomi yang benar-benar bergerak: investasi yang menyerap tenaga kerja, UMKM yang tumbuh, sektor riil yang berkembang, dan pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Hampir seratus ribu orang menganggur bukan sekadar angka statistik. Ia adalah indikator paling jujur dari denyut ekonomi daerah.

Lampu kota bisa menyala terang. Jalan bisa perlahan diperbaiki. Tetapi ukuran paling konkret keberhasilan pembangunan tetap sederhana: semakin banyak warga yang bekerja dan produktif.

Satu tahun telah berjalan. Tahun kedua akan menjadi penentu, apakah angka pengangguran itu terus ditekan atau justru kembali menanjak.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE