Ruas Jalan Cianjur-Bandung Lumpuh

Ruas Jalan Cianjur-Bandung Lumpuh

Foto : Tak terima ditertibkan aparat Satpol PP, pedagang di areal rest area Haurwangi, Kabupaten Cianjur, nekad memarkir gerobak dagangan di tengah ruas jalan Cianjur-Bandung hingga mengakibatkan kemacetan panjang, Minggu (18/11/2018).


Ruas jalan Cianjur - Bandung mendadak lumpuh. Sejumlah pengendara roda dua dan empat menuju arah Cianjur maupun Bandung,  terpaksa menghentikan laju kendaraannya saat akan melalui areal Taman Kaligrafi Asmaulhusna di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Kejadian terjadi pada Minggu (18/11/2018) sekitar pukul 22.00 Wib. Usut punya usut, lumpuhnya ruas jalan Cianjur-Bandung malam itu, disebabkan para pedagang yang biasa mangkal di sekitar rest area Haurwangi menggelar gerobak dagangannya di tengah jalan. 

Tak ayal, ruas jalan di sekitar areal Taman Kaligrafi Asmaulhusna  tertutup gerobak, mengakibatkan arus kendaraan dari dua arah tak bisa melintas. 

Antrian panjang kendaraan tak terelakan, sejumlah pengendara terpaksa harus menunggu selama 20 menit untuk menunggu arus jalan lancar kembali.

"Saya kira ada kecelakaan makanya macet begini. Ga taunya pedagang yang memblokir jalan,"kata Heni salah seorang pengendara mobil Terano yang mengaku hendak menemui keluarganya di Bogor.

Informasi dihimpun, aksi pedagang dipicu karena giat penertiban yang dilakukan jajaran Satpol PP Cianjur yang melarang pedagang berjualan di sekitar areal taman. 

"Petugas melarang kita berjualan disana. Kalau kita geser kan penerangan kurang, lampu PJU nya juga pada mati,"ujar Ade salah seorang pedagang saat ditemui wartawan di lokasi.

Sementara itu Kepala Satpol PP, Muzani saat dikonfirmasi menjelaskan, larangan berjualan di sekitar areal Taman Kaligrafi Asmaulhusna sudah terpasang di lokasi, tapi mereka (Pedagang,red) tidak mengubrisnya, tetap nekad berjualan di lokasi.

"Penertiban kita lakukan karena para pedagang sudah melanggar. Sebenarnya mereka sudah kita arahkan supaya bergeser, tidak lagi berjualan di sekitar areal, tapi rupanya mereka tak terima,"ujar Muzani saat dihubungi Maharnews.com.

Aksi pedagang tidak berkelanjutan menyusul sikap pihak aparat yang melunak. Terlebih setelah melihat imbas dari aksi para pedagang menutup ruas jalan yang mengakibatkan macet total. (Nuk)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE