SIGAP AIR: Inovasi Panen Air untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Cianjur

Maharnews.com- Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) menginisiasi program SIGAP AIR (Sinergi Aksi Panen Air) sebagai langkah strategis dalam mengatasi keterbatasan ketersediaan air pada lahan sawah tadah hujan.
Program ini digagas oleh Inna Ratna Sofia, SP, MIL, M.Sc, Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan, yang saat ini sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) BPSDM Provinsi Jawa Barat Angkatan VI Tahun 2025.
Lahan sawah di Kabupaten Cianjur yang mencapai lebih dari 66 ribu hectare, sebanyak 40% masih didominasi sawah tadah hujan. Kondisi tersebut membuat petani rentan terhadap perubahan iklim dan potensi gagal tanam.
Melalui SIGAP AIR, pemerintah daerah menargetkan peningkatan indeks pertanaman, peningkatan luas tanam pada musim kering, serta pengurangan risiko produksi yang selama ini menjadi tantangan utama petani di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari tugas aksi perubahan PKA, SIGAP AIR dikembangkan untuk memperbaiki efektivitas tata kelola air melalui penyusunan Peta Zona Indikatif Infrastruktur Panen Air Pertanian (IPAP).
Pemetaan berbasis spasial tersebut memungkinkan penentuan lokasi prioritas untuk pembangunan embung, long storage, dam parit, irigasi perpompaan dan sumur dangkal sehingga arah intervensi dapat dilakukan secara lebih terukur dan tepat sasaran.
Inna menyampaikan bahwa SIGAP AIR memerlukan dukungan lintas sektor untuk menghasilkan dampak optimal. Program ini melibatkan BRMP Agroklimat dan Hidrologi Kementerian Pertanian, Bapperida, DPUTR, DPMD, UPTD Pelayanan Pertanian, serta kelompok tani.
Program SIGAP AIR turut membuka ruang pemanfaatan pembiayaan dari berbagai sumber, termasuk APBD, APBN, Dana Desa, CSR, dan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur panen air dan meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.
Sebagai sebuah inovasi tata kelola, SIGAP AIR tidak hanya berfokus pada penyediaan air pertanian, tetapi merupakan instrumen strategis dalam transformasi sistem pertanian Kabupaten Cianjur yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Pemda Cianjur Berencana Terapkan KKPD di Tahun 2026
- Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Korupsi Proyek PJU Cianjur
- Kantor ATR/BPN Cianjur Dibom Seruan Peringatan Mafia Tanah
- Strategi Penggunaan Benih Unggul dan Bersertifikat melalui Sertifikasi Benih Padi Lokal di Kabupaten Cianjur
- Tagih Janji Politik, Masa GP Ansor Jorag Kantor Bupati Cianjur
- Saluran Air Tertutup Matrial Longsor, Hektaran Sawah di Desa Jamali Terendam Banjir
- KPK Apresiasi Catatan Bersih Pemda Cianjur














