6 Tahun Bekerja di Malaysia PMI Asal Cianjur Meninggal

6 Tahun Bekerja di Malaysia PMI Asal Cianjur Meninggal

Foto : Doc Disnakertrans Cianjur saat melakukan kunjungan ke keluarga PMI melalui pemerintah Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung


CIANJUR. Maharnews.com - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Doktormangku Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur meninggal dunia di Malaysia.

Informasi yang dihimpun, PMI Dedi Junaedi (Alm) bekerja sebagai kuli bangunan di Negeri Jiran Malaysia, berangkat secara nonpormal tanpa melalui jalur pormal. 

(Alm) bekerja selama 6 tahun dan sempat pulang ke kampung halaman, namun dia kembali berangkat, kemudian dikabarkan meninggal karena mengalami sakit.

Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Cianjur, melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Ricki Dhani, Rabu (17/7/2019) menyampaikan, Setelah menangani salah satu pekerja migran indonesia (PMI) di Malasiya. 

Jadi awalnya pada hari senin tanggal 15 Juli 2019 kami mendapatkan informasi dari BP3TKI Bandung terkait adanya PMI yang meninggal yang identitas dirinya tidak ada. Cuma itu tersebar di media sosial (Medsos) dari FB orang tersebut bernama  Dedi Junaedi, alamat Bojongpicung, itu data dari BP3TKI seperti itu.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita bergerak cepat, dan pada hari kemarin

Kita meminta bantuan pihak kecamatan ternyata yang bersangkutan benar warga Cianjur dan alamatnya warga Bojongpicung. Dan hari selasanya kita langsung kepihak keluarga (Alm) langsung membahas kejadian tersebut dengan pemerintah desa,"Imbuhnya.

Kaitan dengan meninggalnya PMI tersebut, jadi informasi Keberangkatan PMI dia berangkat secara non prosedural alias ilegal, jadi tidak ada data dikami Maupun data di BP3TKI juga tidak ada,"Sambung Ricky.

Kerjaan (Alm) disana serabutan, jadi kuli bangunan alat-alat berat. Akhirnya kemarin dirembukan dengan pihak keluarga, namun pihak ibunya sedang sakit dan akhirnya di kuasakan sama kakaknya. Jadi hasil rembuk yang bersangkutan (Alm) Dedi Junaedi (PMI) disetuji dikebumikan di Negara Malayasia karena dengan alasan  kondisi kelurga ibunya sedang dalam ke adaan sakit.

Setelah itu kita membuat surat-surat penting untuk kebutuhan administrasi disana. Salah satunya surat pernyataan yakni pihak keluarga berkehendak alm di kebumikan di Malaysia. Dan data-data dari pihak ahli  warisnya terus keterangan domisili. 

"Meskipun dikebumikan di malaysia tentunya akan ada biaya dan itu tidak dibebankan kepihak keluarga, setelah berkoordinasi dengan BP3TKI, jadi diurus semua Kampung doktermangku desa hegarmanah kecamatan bojongpicung,"Punkasnya.(nn)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar