CT Scan Pasien Ditunda Terbentur Biaya" Aktivis Bertaruh Jadi OB

CT Scan Pasien Ditunda Terbentur  Biaya" Aktivis Bertaruh Jadi OB

Foto : Ketua Presidium Ampuh saat menjenguk pasien diruangan samolo 3 RSUD Sayang Cianjur (doc Ampuh)


CIANJUR. Maharnews.com - Aktivis Presidium Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) rela bertaruh jadi OB di halaman pendopo, demi menebus biaya CT Scan di RSUD Sayang Cianjur pasien bayi dari keluarga prasejahtra.

Hal itu diungkapkan Yana Nurzaman ketua Presidium Ampuh, usai melihat kondisi pasien di ruangan Samolo 3 RSUD Sayang Cianjur, Sabtu (7/9/2019).

"Sekitar pukul 13.00 WIB kita dapat informasi dari Dokter Jaka, hasil pemeriksaan terakhir, pasien tersebut harus dilakukan CT Scan untuk mengetahui sesuatu yang ada di kepala pasien," ungkapnya membeberkan kronologis awal mula pertaruhan itu.

Yana menuturkan meski telah dinyatakan harus segera dilakukan, namun pihak rumah sakit menunda CT Scan karena biaya pasien dianggap mahal. Alasan utamanya belum ada yang bertanggung jawab terhadap pembiayaan.

"Pengakuan dari orang tua pasien, kata bagian Administrasi (Admisi) CT Scan tetap tidak bisa dilakukan selama belum ada yang bertanggung jawab terhadap pembiayaan. Karena nilai biaya CT Scan jatuh diangka 2,5 Juta rupiah," tuturnya.

Menurut Yana apa yang sudah dilakukan oleh pihak RSUD sudah tak masuk akal. Nyawa pasien sudah tidak lagi menjadi prioritas.

"Sungguh sangat miris sekali dengan apa yang terjadi dengan pelayanan RSUD Sayang Cianjur, yang diduga lebih mengedepan biaya medis dibanding menyelamatkan dulu pasien," tegasnya.

Beruntung Yana berhasil berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda). Alhasil, pasien dibebaskan dari beban biaya dan CT Scan akan lakukan pihak rumah sakit.

"Alhamdulillah kita berhasil berkoordinasi dengan Pemda," ucapnya.

Sementara, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cianjur, Yoga Nata Nusya komisi IV fraksi partai amanat nasional (PAN) juga turut menyesalkan kejadian tersebut. Masalah untuk biaya itu bisa dinomor duakan, yang penting nyawa pasien harus cepat diselamatkan. Menurutnya jangan ada perbedaan pelayanan, mau itu pasien termasuk keluarga prasejahtra atau keluarga sejahtera.

"Yang lebih penting nyawa itu harus diutamakan. Kita minta pihak RSUD lebih mengedepankan pelayanan, terus diluar itu prasejahtra atau bukan harus sama mendapatkan pelayanan yang terbaik," geramnya.

Yoga berpesan pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan dan tidak membeda-bedakan mana yang mampu dan tidak.

"Pesan kita terhadap RSUD, kedepan harus semakin lebih baik dari sebelumnya, pelayanan harus maksimal, tidak melihat mana prasejahtera mana keluarga sejahtera," tegasnya.

Terpisah, pihak RSUD Sayang Cianjur melalui bagian hubungan masyarakat (Humas), Raya menerangkan pasien telah ditangani. 

"Pasien sudah ditangani, kasus ditangani sesuai prosedur dan dibebaskan dari segala biaya, ditanggung oleh Pemerintah Daerah," jelasnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan.

Mengetahui informasi tersebut, Orang tua pasien, Badru bersyukur atas adanya bantuan biaya dari pemerintah. Ia juga mengucapkan terimakasih karena seluruh biaya perawatan medis anaknya digratiskan.

"Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah atas pembebasan biaya medis anak saya, terlebih saya berterimakasih kepada presidium Ampuh yang telah memperjuangkan kami," pungkasnya. (NN).

 

 

 

 

 



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar