Janji Suci Srikandi Cianjur Lusi Laurensi Hasmi
MATBECI : Terobosan Sekaligus Ancaman untuk Bakal Calon Lain

Janji Suci Srikandi Cianjur Lusi  Laurensi Hasmi

Foto : Lusi Laurensi Hasmi.


CIANJUR. Maharnews.com- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur dipastikan akan digelar pada 23 September 2020 mendatang.

Sejumlah tokoh masyarakat disebut sebut bakal calon (Balon) mulai bermunculan ditengah nama sang petahana (Plt Bupati Cianjurm Herman Suherman) yang santer akan kembali mencalonkan.

Mencuatnya sederet nama para srikandi Cianjur membuat Pilkada kali ini akan terlihat berbeda dibanding sebelumnya. 

Bahkan, beberap kalangan memprediksi, tampilnya mereka di tengah kontestasi Politik 2020 tak hanya sekadar mewarnai ataupun mendampingi, tapi akan ikut bersaing memperebutkan kursi singasana Pendopo Pancaniti. 

Sedikitnya ada tiga nama srikandi yang disebut sebut bakal maju di Pilkada 2020 nanti, antara lain Ketua DPC PDI P Susi Susilawati, putra mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh yaitu dr Yeni dan Lusi Laurensi Hasmi.

Namun, dibandingkan Yeni dan Susi, sosok Lusi Laurensi Hasmi saat ini terbilang yang paling disorot masyarakat. 

Menyusul langkah politik yang dilakukannya baru baru ini, secara terbuka dan yakin wanita yang dikenal sebagai aktivis anti korupsi itu membuat sebuah kontrak politik dengan masyarakat Cianjur di hadapan notaris.

"Bukan mencari sensasi Kang, tapi ini memang sudah tekad saya, mewakafkan diri untuk Kesejahteraan masyarakat Cianjur,"ujar Lusi dengan mantap dan yakin kepada Maharnews.com, Senin (2/9/2019).

Isi kontrak politik yang dibuat Lusi memang lain daripada yang lain. Pasalnya, tak sekadar janji politik berupa perbaikan di segala bidang, tapi di dalamnya disebutkan pula konsekwensi berupa sanksi untuk dirinya secara pribadi.

"Intinya kalau terpilih jadi bupati dan selama 3 (tiga) tahun tidak bisa merealisasikan janji politik yang saya buat, secara sukarela saya siap mengundurkan diri dari jabatan sebagai Bupati Cianjur,"tegasnya.

Langkah politik Lusi mendapat respon positif pentolan MATBECI (Masyarakat Benteng Cianjur), Maulana Dev. Dia menilai, janji politik Lusi ibarat sebuah janji suci srikandi. 

Dimana, sederet janji berikut konsekwensi yang dibuatnya itu bak sebuah busur dan anak panahnya yang setiap saat siap dilepaskan. 

"Ini bukan hanya sebuah terobosan yang bagus, tapi sekaligus bisa jadi ancaman juga buat Balon yang lain,"kata Maulana Dev.

Menurutnya, kontrak politik yang dibuat Lusi itu merupakan sebuah langkah awal yang bisa mendorong upaya perbaikan di Kabupaten Cianjur.

"Tidak menutup kemungkinan kontrak politik seperti itu nantinya dijadikan acuan atau standar oleh masyarakat Cianjur kepada Balon. Artinya, siapapun yang akan maju di Pilkada 2020 nanti, jangan sekadar janji politiknya saja yang diumbar, tapi berikut juga dengan kesiapan sanksinya,"tegasnya.

Berikut isi janji politik Lusi Laurensi Hasmi : 

"jika terpilih sebagai Bupati Kabupaten Cianjur 2020 saya akan : 

* Melakukan pembersihan pemerintah daerah Kabupaten Cianjur dari korupsi, kolusi, dan nepotisme dengan cara :

Melakukan transparansi anggaran termasuk DPA setiap OPD/Dinas yang dilakukan melalui website pemerintah daerah, media masa, termasuk dalam bentuk edaran yang disebar ke seluruh Kecamatan dan Desa;

Pembersihan praktek KKN dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah, proses perizinan, mutasi rotasi jabatan dan pengangkatan direksi BUMD yang ada di Cianjur;

Melakukan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pembersihan Kabupaten Cianjur dari KKN;

* Melakukan peningkatan kualitas pelayanan dasar masyarakat dengan cara :

Mempercepat pelayanan administrasi pembuatan KK dan KTP termasuk praktek percaloan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil;

Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat mulai dari RSUD sampai Puskesmas;

Membuat pengaduan masyarakat yang langsung terakses kepada Bupati dan Wakil Bupati;

Melakukan perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, dan sarana pendidikan dengan cara meningkatkan anggaran untuk perbaikan jalan, jembatan, dan sarana pendidikan dari anggaran tahun sebelumnya;

Menyumbangkan gaji pokok saya setiap bulannya kepada pakir miskin dan yatim piatu melalui BAZIS Kabupaten Cianjur;

Melibatkan masyakat dalam proses pembangunan dengan cara memaksimalkan proses Musrenbang mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, sampai Desa dan Kelurahan;

Jika dalam waktu 3 (tiga) tahun tidak terealisasi, saya siap mengundurkan diri dengan suka rela dari jabatan saya sebagai Bupati Kabupaten Cianjur.

Demikian janji ini saya buat dihadapan notaris..

(NN/Nuk/Yusup)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar