30 Perwakilan Petani Porang Konawe, Lakukan Studi Banding ke Desa Sindangasih

30 Perwakilan Petani Porang Konawe, Lakukan Studi Banding ke Desa Sindangasih

Foto : Acara Kajian Banding Penanaman Umbi Porang Antara Petani Porang Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur dan Petani Porang Kecamatan Ranomeeto kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi tenggara, di Aula Desa Sindangasih, Senin (04/10/2021).


Cianjur. Maharnews.com - 30 orang perwakilan petani dari Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, melakukan Studi banding dan kajian tentang penanaman umbi porang, dengan Gapoktan Silih Asih, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Senin (4/10/2021).

Ketua Gakpoktan Silih Asih, H. Yandi Setiandi mengatakan, sebelumnya kita melakukan zoom meeting dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Sehari setelah kegiatan itu, ada permintaan dari teman teman di Sulawesi, mereka meminta kita untuk bisa melakukan studi banding, sehingga mereka datang ke Desa Sindangasih," ujarnya.



Ia mejelaskan, Alasan teman teman dari Sulawesi melakukan studi banding ke Desa Sindangasih, bahwa menurut mereka penanaman umbi Porang perdana Gakpoktan Silih Asih, dianggap paling berhasil.

"Kita dianggap paling berhasil, itu yang jadi alasan teman temen dari Sulawesi, untuk melakukan studi banding tentang penanaman umbi porang ini," jelas Yandi.

Ditanya kapan Gapoktan Desa Sindangasih mulai alih fungsi menjadi petani umbi porang, Yandi mengungkapkan, penanaman pertama umbi porang dilakukan pada awal tahun 2020.

Pada waktu itu kita bekerjasama dengan kelompok tani disini, dengan menyediakan lahan seluas dua hektar, dan hasilnya Alhamdulillah berhasil.

"Dan sekarang memasuki tahun ke dua. Ada perluasan lahan sebanyak 20 hektar untuk tahun ini, 10 hektar di Desa Sindang Asih, dengan menggunakan lahan pribadi," beber Yandi.

Dan untuk tahun depan Sambung Ia, kita ada kerjasama dengan beberapa pabrik yang ada di Jawa Timur. "Makanya kita lakukan perluasan lahan penanaman umbi Porang, agar nanti bisa memenuhi permintaan komuditasnya," tutup Yandi.

Sementara itu, salah seorang perwakilan peserta studi banding dari Kecamatan Ranomeeto, Rusmin Suep menuturkan, banyak hal yang di dapat setelah kita melakukan studi banding dengan Gapoktan Silih Asih Desa Sindangasih.

"Baik tentang teknik penanamannya, dan tentang kondisi tanah untuk penanaman umbi porang tersebut," tuturnya.

Ia mengatakan, sebelum melakukan studi banding, dikira menanam Porang ini asal tanam aja. Ternyata setelah studi banding, baru mengetahui kalau menanam Porang tersebut tidak sembarang.

Ternyata ada teknik khusus mengenai PH tanahnya, kita harus tau, karena diketahui umbi porang kini menjadi komoditas bernilai tinggi. Apalagi, penanamannya pun relatif mudah. Umbi Porang dapat beradaptasi pada berbagai jenis tanah dengan ketinggian lahan bervariasi pula antara 0 hingga 700 mdpl. 

"Selain itu, tanaman porang dapat di tanam secara tumpang sari dengan toleransi naungan 60 persen. Produktivitas tanaman ini pun tinggi, 1 hektarnya menghasilkan kisaran 5–10 ton umbi basah sekali panen," terang Rusmin Suep. (nn)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE