Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Audiensi Soal Geothermal Batal, PRABHU Kecewa Bupati Cianjur Mangkir

Audiensi Soal Geothermal Batal, PRABHU Kecewa Bupati Cianjur Mangkir

Foto : Anggota LSM PRABHU INDONESIA Kabupaten Cianjur duduk di kursi tamu Pendopo Pancaniti menanti hadirnya Bupati Cianjur Wahyu Ferdian, Rabu 11 Mei 2026


Maharnews.com-LSM PRABHU INDONESIA JAYA kecewa terhadap Bupati Cianjur yang mangkir dari audiensi terkait soal proyek Geothermal di kawasan Gunung Gede Pangrango, Rabu 13 Mei 2026.

Sekertaris DPD Kabupaten Cianjur Riki Supiandi mengatakan ketidakhadiran orang nomor satu di Cianjur itu bukan sekadar masalah teknis jadwal, melainkan cerminan dari kurangnya empati dan tanggung jawab pemimpin terhadap kekhawatiran rakyatnya mengenai dampak lingkungan dan sosial dari proyek Geothermal.


"Kami datang membawa aspirasi arus bawah. Jika Bupati tidak bersedia duduk bersama, lantas kepada siapa lagi rakyat harus mengadu ketika ruang-ruang demokrasi di pendopo justru terasa tertutup?,"ujarnya saat ditemui di pelataran Pendopo Cianjur.

Menurutnya, audiensi adalah hak warga negara untuk mendapatkan transparansi. Dengan menghindari pertemuan, pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap potensi risiko pasca-gempa dan ancaman ekologis yang menghantui masyarakat Cianjur.

"Kami menduga Pemkab Cianjur lebih mementingkan karpet merah bagi investor daripada keselamatan nyawa warga di kaki Gunung Gede Pangrango. Jangan tunggu bencana besar terjadi baru Bupati mau bicara,"kata Riki dengan nada meninggi.

"Lucunya lagi, kami mendapat informasi dari Kesbangpol Kabupaten Cianjur bahwa Bupati itu tidak tau apa-apa tentang proyek Geotermal. Padahal masyarakat sudah beberapa kali audiensi bahkan sudah beberapa kali juga melakukan aksi unjuk rasa,"ungkapnya.

Riki menegaskan jika proyek Geothermal ini memang aman dan pro-rakyat, mengapa Bupati takut berhadapan langsung dengan kami? Ketidakhadiran ini mengonfirmasi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di balik proyek ini.

"Ingat, kekuasaan itu ada mandatnya. Kami tidak butuh pemimpin yang hanya muncul saat butuh suara, tapi lari saat rakyat butuh perlindungan,"pungkasnya.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE