Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Dansatgas Ultimatum Vendor RTG RIKSA

Dansatgas Ultimatum Vendor RTG RIKSA

Foto : Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan Gempa Cianjur Kolonel Infantri Heri Susanto


CIANJUR.Maharnews.com- Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan Gempa Cianjur Kolonel Infantri Heri Susanto  merespon cepat kabar molornya pembangunan rumah tahan gempa (RTG) oleh aplikator di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang. 

Dansatgas langsung melakukan pengecekan dan berhasil mengantongi nama vendor selaku pelaksana pembangunan RTG. 

"Sudah kita cek ini vendornya RIKSA atas nama Moedrik. Termasuk yang di Wangunjaya juga,"ujarnya kepada Maharnews, Rabu 6 September 2023. 

Menindaklanjuti persoalan tersebut, perwira yang diberikan tugas penanganan gempa Cianjur itu bersikap tegas dengan mengultimatum pihak vendor segera menyelesaikan pembangunan RTG. 

"Kita ultimatum 15 hari kalau gak selesai kita oper ke kontraktor lain,"tegasnya. 

Ia menuturkan pembangunan RTG memang ada yang tidak dilanjutkan, seperti halnya terjadi di Mangunkerta. 

"Kalau di mangunkerta tidak dilanjutkan karena masyarakat pemilik rekening sudah mencairkan, mengusulkan lagi a.n anaknya dengan minta dibikinkan rumah oleh kontraktor,"pungaksnya. 

Sebelumya, Pembangunan rumah tahan gempa seorang warga Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur oleh salah satu aplikator hingga saat ini tak kunjung selesai alias molor. 

Pantauan Maharnews, Selasa 5 September 2023, kontruksi rumah salah satu korban gempa bumi Cianjur itu tampak baru dinding dan kerangka besi, tanpa atap. Namun beberapa hari terakhir, pekerja mulai kembali berdatangan dan rumahnya mulai dikerjakan kembali. 

Seorang wanita tua yang rumahnya menjadi korban bencana gempa mengaku sebelumnya tidak ada barang material dan tidak ada yang kerja sudah beberapa bulan. Bahkan yang mengerjakan sudah beberapa kali ganti pemborongnya. 

“Yang masang pondasi beda orangnya, yang masang besi dan hebel ganti lagi orangnya. Jadi terus terusan ganti, ini sudah yang keempat kali,” ungkap sang nenek saat ditemui di tenda pengungsian yang lokasinya berada didepan rumahnya yang sedang dibangun. (Redaksi)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE