Empat Cara Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen

CIANJUR. Maharnews.com – Prediksi puncak El Nino di Jawa Barat terjadi sekitar bulan Juli hingga September 2026. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Cianjur, Dandan Hendrayana.
“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, dengan potensi kekeringan berlangsung antara Juli hingga September,” ungkapnya, Senin, 15 Mei 2026.
Dandan menuturkan Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat, diperkirakan mengalami musim kemarau lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal. Untuk mengantisipasi dampak El Nino ada beberapa cara yang dapat diaplikasikan.
“Beberapa langkah mitigasi, di antaranya optimalisasi jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur dangkal, hingga pompanisasi di wilayah rawan kekeringan,” tuturnya.
Dadan menerangkan selain empat cara tersebut, dari sisi petani juga perlu ada pembinaan. Seperti menggunakan varietas padi tahan kekeringan seperti Inpari 38-46, Pajajaran, Cakrabuana, dan Situpatenggang.
“Kami berharap koordinasi seluruh jajaran pertanian diperkuat agar dampak El Nino terhadap produksi pangan di Cianjur dapat diminimalisir,” terangnya. ***
- Sidang Praperadilan Penundaan Perkara Kasus PT. LKM Akhlakul Karimah, Begini Isi Petitum Pemohon kepada Hakim
- Dapur SPPG di Cianjur Diduga Terafiliasi Dadan Cs, Begini Reaksi Korwil Sirojudin
- Diduga BK Tak Berani Sentuh Kasus Etik Anggota Dewan PAN Tidur Saat Sidang Istimewa
- Pimpinan dan Anggota DPRD Cianjur Sambut Mesra Pendemo!!
- Hedi Boy Terpilih Secara Aklamasi Pada Muscab ke V Hiswana Migas Cianjur, PT. HRR Tetra Utama Ucapkan Selamat
- Calon Siswa Baru Yang Tidak Punya Ijazah MDTU dan Sertifikat, Ketua P3DTPQ : Bisa Daftar menggunakan Keterangan Guru Ngaji
- Begini Cara Diki Ismail Serap Aspirasi Masyarakat!!














