Haul Bung Karno Ke 56, DPC PDIP Kabupaten Cianjur Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Foto : Acara Haul Bung Karno ke 56 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur
CIANJUR.maharnews.com - DPC PDI Perjungan Kabupaten Cianjur memperingati wafatnya sang Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno yang jatuh pada 21 Juni 1970. Kegiatan ini di pandang sebagai sebuah local genius dan budaya yang dianut oleh masyarakat. Acara rutinitas ini digelar di kantor DPC PDI Perjuangan di Jl.KH. Abdullah Bin Nuh, Nagrak, Cianjur pada Senin malam 22 Juni 2026.
Peringatan Haul Bung Karno ke 56 tahun dihadiri Sesepuh PDIP Cianjur, para Pengurus, Kader, Simpatisan, Alim ulama, Pendeta, Biksu, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat dan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susikawati, menuturkan bahwa acara ini bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran semangat juang serta nasionalisme khususnya generasi muda.

Acara ini kata Susi, sebagai wujud penghormatan terhadap jasa-jasa Bung Karno sebagai Bapak Bangsa Sang Proklamator Penggali Pancasila Penyambung Lidah Rakyat dan Pemersatu Bangsa Indonesia.
Ia mengatakan bahwa, setiap bulan Juni, ingatan kita selalu kembali pada sosok besar yang meletakan dasar bagi berdirinya ideologi, memperkuat persatuan, dan berjuang bersama rakyat merupakan pilar utama untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal ini dilakukan untuk melindungi bangsa dari perpecahan. Sebab selama masih ada ketidak adilan, selama masih ada kemiskinan, dan selama masih ada rakyat yang membutuhkan keberpihakan, maka sesunguhnya perjuangan belum selesai.

"Di sinilah ajaran sang Proklamator Bung Karno menemukan maknanya untuk diimplementasikan. Mari kita terus menyalakan api perjuangan Bung Karno dalam hati dan tindakan nyata," ujarnya.
Susi mengajak seluruh elemen untuk tetap merawat persatuan, perkuat gotong royong, merpejuangkan kepentingan rakyat, dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan.
Kader besutan Megawati Soekarnoputri berparas Geulis itu pun menyampaikan dua buah pantun yang membuat semua orang yang hadir dalam acara gemetar.
"Republik ini. Kita Mengenang Seorang Pemimpin Yang Hidupnya Dihabiskan Untuk Satu Keyakinan. Bahwa Bangsa Indonesia Harus Berdiri Tegak di Atas Kakinya Sendiri dan Rakyatnya Harus Menjadi Tuan di Negerinya sendiri, Beliau Adalah Bung Karno"
"Beliau Berkali-kali Diasingkan, Dicaci, Dan Dituduh Oleh Berbagai Kekuatan Politik Pada Masanya. Namun Semua Itu Tidak Pernah Mengubah Satu Hal Hang Paling Mendasar Dalam Dirinya, Yaitj Cintanya Kepada Indonesia dan Kepercayaannya Kepada Kekuatan Rakyat"
Susi memaparkan, bahwa haul ini adalah momentum untuk meneguhkan kembali ingatan kolektif kita tentang nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan oleh Bung Karno.
"Bungkarno telah meninggalkan kita secara fisik lebih dari setengah abad yang lalu. Namun gagasan, semanget, dan api perjuangannya tetap hidup di tengah rakyar Indonesia. Beliau mengajarkan bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan emas untuk mewudkan keadilan sosial, kemakmuran rakyat, dan martabat bangsa," paparnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan sebagai kader partai yang berakar pada ajaran Bung Kahno, tatangan hari jnj tidak beras. Hanya menjaga ingatan tentang beliau. Tantangan kita adalah menjaga agar nilai-nilai perjuangan itu tetap hidup.
Menurutnya, bahwa kita tidak cukup hanya memajang foto Bung Karno. Kita tidak cukup hanya mengucapkan ajaran-ajarannya, yang lebih penting adalah menjadikannya sebagai pedoman dalam sikap dan tindakan.
"Kader PDI Perjuangan harus menjadi kader yang dekat dengan rakyat. Kader harus hadir saat rakyat membutuhkan. Kader yang tidak datang ketika musim pemilu. Kader yang mampu menjaga persatuan dan menjadi perekat kebhinekaan. Kader yang bekerja dalam sunyi, tetap hasil kerjanya dapat dirasakan oleh masyarakat, itulah wajah sejatinya perjuangan," tandasnya.
Sementara itu Sekretaris DPC, Dadang Sutarmo didampingi bebdahara, Fahmi Zulfahmi menyampaikan bahwa rangkaian peringatah wafatnya sang Proklamator ini tak hanya menggelar doa bersama lintas agama dan tokoh masyarakat. Namun, diisi dengan berbagai kegiatan sosial.
"Seperti penanaman 1000 pohon, perlmbaan seni karya, bersih-bersih saluran irigasi, lingungan masyarakat, santuan yatim. Jompo, dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan ini digelar sejak tanggal 1 juni 2026," katanya.
Baca
- Empat Cara Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen
- Komitmen Pemkab Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat
- Sport Center Mandalawangi Diresmikan Bupati Cianjur
- Pemda Cianjur Pastikan Ratusan Hektare Sawah Tetap Produktif Saat Kemarau
- Harkitnas 2026, Bupati Cianjur : Dimulai dari Generasi Muda
- Sidang Praperadilan Penundaan Perkara Kasus PT. LKM Akhlakul Karimah, Begini Isi Petitum Pemohon kepada Hakim
- Dapur SPPG di Cianjur Diduga Terafiliasi Dadan Cs, Begini Reaksi Korwil Sirojudin
Berita Terkait
Tulis Komentar Facebook
Komentar Facebook
Kembali ke Home













