Satu Tahun Mengabdi: Ketulusan yang Menggerakkan Cianjur

"Tidak ada kepemimpinan yang lahir dari ruang yang sempurna"
Maharnews.com- Ketika dr. Mohammad Wahyu dan Abi Ramzi menerima amanah pada 20 Februari 2025, mereka memulai perjalanan di tengah harapan besar, tantangan kompleks, dan ekspektasi publik yang tinggi.
Waktu kemudian membuktikan: kepemimpinan bukan sekadar janji, melainkan kesediaan untuk hadir, mendengar, dan bekerja tanpa lelah.
dr. Wahyu menghadirkan karakter kepemimpinan muda yang adaptif, cepat belajar, dan berbasis solusi. Ia turun langsung ke lapangan, menyerap aspirasi, dan memastikan kebijakan tidak berhenti di meja birokrasi.
Di sisi lain, Abi Ramzi memperkuat keseimbangan kepemimpinan melalui komunikasi publik yang efektif, koordinasi lintas sektor termasuk dengan kementerian pusat, serta pendekatan kreatif dalam penyampaian kebijakan. Kolaborasi keduanya membentuk kepemimpinan yang tidak hanya cepat bergerak, tetapi juga solid dan terkoordinasi.
Ketulusan melayani menjadi energi yang menggerakkan perubahan.
Dalam satu tahun, arah perubahan di Cianjur mulai terasa, bukan hanya dalam narasi, tetapi pada indikator kinerja yang nyata dan terukur. Capaian lintas sektor menunjukkan penguatan fondasi pembangunan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.
Infrastruktur & Konektivitas
Kondisi jalan mantap mencapai 77,22% (±1.031 km), didukung pengelolaan 789 jembatan serta perbaikan lebih dari 8.000 meter jaringan irigasi, memperkuat mobilitas ekonomi dan produktivitas pertanian.
Ekonomi, Investasi & Ketenagakerjaan
Realisasi investasi mencapai Rp2,29 triliun (120% target). Sebanyak 30.117 NIB diterbitkan dan 40.305 layanan perizinan diselesaikan. Tingkat penempatan kerja mencapai 77,42% (± 14.846 tenaga kerja), menandakan ekonomi daerah semakin bergerak dan inklusif.
Kesehatan & Perlindungan Sosial
Sebanyak 507.185 warga terdaftar dalam UHC dengan tingkat pemanfaatan 95,9%. Kepercayaan terhadap layanan kesehatan meningkat, tercermin dari 128.851 kunjungan RSUD Cimacan, serta perlindungan sosial bagi 9.635 warga rentan.
Pendidikan & Penguatan SDM
Penguatan SDM didukung pengangkatan ±7.000 PPPK (guru, tenaga kesehatan, teknis), bantuan pendidikan bagi 1.514 siswa, serta perluasan digitalisasi pendidikan dan perangkat TIK.
Ketahanan Pangan, Desa & UMKM
Ekonomi kerakyatan diperkuat melalui pembentukan 354 koperasi desa dengan 21.384 anggota, cadangan pangan daerah 123 ton, serta bantuan alat bagi 200 usaha mikro untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kunjungan wisata mencapai 3.005.240 wisatawan, dengan investasi ekonomi kreatif sebesar Rp715 miliar, menggerakkan ekonomi lokal dan sektor kreatif.
Reformasi Birokrasi & Tata Kelola
Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 81,49, opini WTP atas laporan keuangan daerah, serta lonjakan Indeks Satu Data dari 32,58 menjadi 75,02, memperkuat tata kelola berbasis data dan transparansi.
Layanan Publik & Transformasi Digital
Transformasi layanan menghadirkan 35 titik WiFi publik gratis, layanan darurat Call Center 112 (24 jam), integrasi layanan administrasi dan kesehatan digital, serta penguatan Mall Pelayanan Publik, BLK, dan fasilitas kesehatan.
Partisipasi Warga & Pembangunan Akar Rumput
Program Rembug Warga dan alokasi Rp25 juta per RT telah berjalan di 32 kecamatan, menjangkau ±72 desa dan sekitar 2.210 RT, mendorong partisipasi masyarakat serta pembangunan berbasis kebutuhan nyata.
Kepuasan Publik & Penghargaan
Kinerja pelayanan publik dinilai baik dengan IKM 87,9. Berbagai penghargaan nasional turut diraih, antara lain UHC Award, BAZNAS Award, apresiasi BRIN untuk BRIDA, serta apresiasi pelayanan publik dari Ombudsman RI.
Gambaran capaian ini menegaskan bahwa dalam satu tahun, Cianjur tidak hanya bergerak secara administratif, tetapi bertransformasi menuju tata kelola modern, pelayanan publik berkualitas, serta ekonomi daerah yang semakin hidup dan inklusif.
Namun lebih dari angka dan program, masyarakat merasakan hadirnya kepemimpinan yang bekerja dengan hati, menjangkau wilayah utara hingga selatan, mendengar aspirasi warga, dan memastikan perubahan terasa hingga tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Tentu perjalanan ini tidak tanpa kritik. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan adalah keniscayaan. Kritik adalah energi korektif yang menjaga arah tetap lurus. Namun keadilan penilaian menuntut kita melihat kerja nyata yang sedang berlangsung, bukan hanya kekurangan yang masih diperbaiki.
Kepemimpinan bukan proses instan. Ia tumbuh melalui keberanian mengambil keputusan, kesediaan mendengar, dan keteguhan memperbaiki yang belum sempurna.
Satu tahun ini adalah fondasi:
fondasi kepercayaan,
fondasi kerja nyata,
dan fondasi harapan.
Jika perubahan mulai terasa hari ini, itu karena ada ketulusan yang bekerja di baliknya.
Jika optimisme tetap hidup, itu karena masyarakat melihat pemimpinnya berjalan di depan bukan untuk dilihat, tetapi untuk memastikan tak ada yang tertinggal.
Cianjur sedang bergerak.
Bukan dengan gegap gempita retorika, melainkan dengan kerja yang konsisten dan berdampak.
Perjalanan ini masih panjang.
Kepemimpinan yang tulus layak diberi ruang untuk menyempurnakan, kerja nyata layak diapresiasi, dan harapan layak dijaga bersama.
Cianjur bergerak hari ini, dan masa depan sedang dibangun dengan kesungguhan.
*penulis: M. Herry Wirawan, SE., M.Si., MM. (Koordinator TA Bupati Cianjur)
- Ratusan Ribu Pengangguran Tantangan Satu Tahun Pemerintahan Wahyu Ramzi
- 29 Kasus Narkotika Berhasil Diungkap Polres Cianjur, 40 Orang Ditetapkan Tersangka!!
- *Catatan Satu Tahun Wahyu-Ramzi, Infrastruktur: Antara Kebutuhan Jalan dan Realitas Anggaran (1)
- Bupati Cianjur Hibahkan Aset Pemda untuk Pembangunan Kantor Kemenhaj
- Pelaku Begal, Dua Dibukuk Polisi, Satu Orang DPO
- Bongkar APBD 2026, JURIG Cianjur : Dinas Alokasikan Bangun Gazebo Seharga 200 juta, Colek BANGGAR
- Ratusan Pejabat Cianjur Dirotasi Mutasi, Musim Lelang Jab!!













