Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Peran Santri: Lebih dari Menara dan Kitab, Juga Kancah Bangsa

Peran Santri: Lebih dari Menara dan Kitab, Juga Kancah Bangsa

Foto : Hj. Susi Susilawati, S.H., M.K.P., Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur


CIANJUR.maharnews.com -  Di sela keheningan pondok pesantren, di antara deretan kitab dan lantunan doa, tersimpan kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar dinding-dinding yang menaunginya.

Hari Santri Nasional yang diperingati 22 Oktober bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, melainkan mengingatkan kita bahwa santri adalah jantung kehidupan bangsa yang berdetak di tiga tempat sekaligus di hati, di perekonomian, dan di jalannya kebijakan negara.

Demikian pesan tulus yang disampaikan Hj. Susi Susilawati, S.H., M.K.P., Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, di momen istimewa.

"Selamat Hari Santri, untuk seluruh putra-putri yang tak lelah menuntut ilmu, di seantero Kabupaten Cianjur dan seluruh Indonesia," ucapnya hangat, Jumat 23 Oktober 2026.

Bagi kader besutan Megawati Soekarnoputri berparas geulis itu, pesantren bukan sekadar sekolah agama. Ia adalah ladang tempat tumbuh generasi yang tak hanya saleh secara batin, tetapi juga mandiri di langkahnya. 

"Pondok pesantren menggembleng santri tidak hanya untuk bertakwa kepada Allah SWT, tetapi juga untuk berdiri tegak dengan kemandirian dan daya saing yang kokoh," tuturnya.

Lebih jauh, ia mengajak kita membuka mata lebih lebar, pesantren harus menjadi pusat kehidupan masyarakat. Bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga sumber kehidupan yang mensejahterakan sekitar. Pesantren yang berkah, lahir dari keterampilan yang digeluti dan kemandirian yang dibangun bersama.

Dan di panggung yang lebih luas dunia politik, Hj. Susi menegaskan peran santri tak boleh diabaikan. Suara santri adalah suara nurani bangsa. Pandangan mereka menjadi kompas moral yang mengarahkan kebijakan negara. 

"Peran santri dalam politik sangat strategis. Dari sanalah regulasi yang adil dan bijaksana lahir, berakar pada nilai-nilai keimanan yang tak pernah goyah," tegasnya.

Hari Santri bukan hanya perayaan masa lalu. Ia adalah pengingat masa depan bahwa dengan ilmu yang lurus, ekonomi yang mandiri, dan politik yang beradab, bangsa ini akan terus berjalan di jalan yang terang. (nn)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE