Reses Fuad Faizal di Desa Ciguha: Empat Tuntutan Utama Warga Dapil V Menanti Jawaban Pemkab

Foto : Kegiatan Reses Anggota DPRD Cianjur, Fuad Faizal.,SE
CIANJUR.maharnews.com - Masa reses Sidang ke‑I Tahun 2026‑2027 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fuad Faizal, SE di Desa Ciguha, Kecamatan Sukanagara, Cianjur Selatan, menjadi ajang penampungan aspirasi warga Dapil V yang selama ini menggantung.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan empat tuntutan utama yang harus segera menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Pertama, warga mendesak realisasi program tunjangan guru ngaji yang hingga kini belum terwujud. Mereka berharap perjuangan para guru ngaji yang mendidik generasi muda di pesantren dan masjid tidak hanya dihargai secara lisan, tetapi juga diberi dukungan nyata.
Kedua, warga menuntut percepatan pembangunan serta perbaikan jalan kabupaten, jalan desa hingga jalan lingkungan. Jalan yang rusak menjadi penghambat mobilitas warga, petani dan pelaku usaha di wilayah Cianjur Selatan.
Ketiga, warga meminta pendampingan serta pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar ekonomi masyarakat lokal semakin kuat dan mandiri.
Keempat, warga berharap adanya pendidikan dan pelatihan administrasi serta tata kelola pemerintahan desa bagi kepala desa yang baru dilantik pasca Pilkades. Hal ini dianggap penting agar kepemimpinan desa berjalan tertib, akuntabel dan tepat sasaran.
Fuad Faizal, SE menyatakan akan menampung seluruh aspirasi tersebut dan membawanya ke ruang perundingan DPRD sebagai bahan desakan kepada Pemkab Cianjur.
“Kami catat semuanya: tunjangan guru ngaji, jalan, UMKM, serta pelatihan bagi kepala desa baru. Ini bukan sekadar keluhan, melainkan mandat rakyat yang harus diperjuangkan,” ujar Fuad dalam kesempatannya, Jumat 30 Oktober 2026.
Bagi warga Desa Ciguha dan wilayah Dapil V, masa reses bukan sekadar tatap muka seremonial. Mereka berharap empat tuntutan tersebut tidak hanya tercatat di buku laporan, tetapi benar‑benar diterjemahkan menjadi program, anggaran dan tindakan nyata.
Kini mata warga tertuju pada keseriusan Pemkab Cianjur: apakah suara mereka akan menjadi prioritas, atau kembali terlantar tanpa jawaban.
- Reses H.Fahmi Zulfahmi: 40 Persen Jalan Rusak, Sumur Bor Terabaikan, Lapangan Kerja Jadi Jeritan Utama Warga Dapil II
- Reses Usep Saepuloh Zen Dapil 5: 95 Persen Jalan Rusak, Sumur Bor Jadi Doa yang Belum Terjawab
- Kasus P3K RSUD Sayang Belum Usai: Banding di BPASN Jadi Penentu Keadilan, Pintu PTUN Tetap Terbuka
- Di Gekbrong, Suara Rakyat Bertemu Langkah Nyata
- Di Sela Langkah Siang, Sepotong Nasi Penuh Berkah
- KEBONGKARAN! Proses Pemeriksaan Pegawai RSUD Cianjur Dinilai Bobrok dan Melanggar Prosedur
- Komisi I DPRD Cianjur: Periksa Panitia Ad Hoc, Jangan Seseorang Dihukum Tanpa Prosedur yang Sah













