Tongkat Komando Plt Bupati Jatuh Hingga Nyaris Tergilas Stum, Mbah Kincir : Pertanda Alam

Tongkat Komando Plt Bupati Jatuh Hingga Nyaris Tergilas Stum, Mbah Kincir : Pertanda Alam

Foto : Aksi Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman saat mengendarai alat berat stum mengilas ribuan botol minuman keras, Senin (15/3/2021).


CIANJUR.Maharnews.com-Sebuah peristiwa menimpa Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman pada saat acara peringatan HUT Satpol PP yang di laksanakan di Mako Satpol PP, Senin (15/3/2021). 

Tongkat komando orang nomor satu di Cianjur itu didapati terjatuh saat memimpin kegiatan pemusnahan ribuan botol minuman keras (Miras). 

Bahkan, nyaris terlindas alat berat Stum yang digunakan untuk menggilas ribuan botol miras saat pemusnahan berlangsung. 

Saat acara HUT tersebut, Plt Bupati terlihat mengenakan seragam yang sama dengan Kasatpol PP Cianjur, sambil menenteng tongkat komando dari kayu berbalut aksesoris ukiran berwarna keemasan.

Tongkat itu terlihat masih digengamnnya saat melakukan penandatangan berita acara kegiatan pemusnahan barang bukti hasil razia yang dilakukan Satpol PP.


Seusai penandatangan, Herman kemudian menuju kendaraan alat berat Stum berwarna kuning yang memang sudah disediakan panitia acara untuk memusnahkan barang bukti. 

Seusai kendaraan di cek ulang oleh operator. Herman naik ke kendaraan Stum dan mulai menyalakan mesin menginjak pedal gas dan kopling.  Ia terlihat tak canggung mengendarai kendaraan tersebut, seolah memang sudah terbiasa.

Stum mulai melaju, berjalan diatas hamparan terpal plastik yang diatasnya terdapat tumpukan ribuan botol miras. 

Suara botol pecah terdengar begitu nyaring saat terlindas ban Stum yang terbuat dari material padat. Aroma khas miras pun mulai tercium, terasa menyengat saat terhirup lubang hidung. Stum terlihat melaju maju mundur, tak kenal ampun menggilas botol-botol miras yang memabukkan. 

Selang beberapa lama terdengar ada kegaduhan. Seorang peria berseragam coklat terlihat membawa tongkat dari tumpukan botol miras. 

Rupanya tongkat tersebut kepunyaan Plt Bupati. Entah bagaimana tongkat tersebut bisa ada disana. Beruntung tak sampai tergilas Stum yang dikendarainya.

Si peria berseragam coklat itupun kemudian menyerahkan tongkat tersebut ke salah seorang ajudan Plt Bupati.

Jatuhnya tongkat komando seorang pimpinan pada saat acara pemusnahan barang bukti miras boleh jadi baru kali ini terjadi di Cianjur.

Peristiwa tersebut dimaknai oleh Mbah Kincir merupakan pertanda dari alam, peringatan untuk Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Si Mbah menilai peristiwa jatuhnya tongkat komando merupakan kode keras yang langsung disampaikan alam kepada sosok pimpinan yang saat ini tengah menduduki puncak kekuasaan di Cianjur.

"Ieu kode keras kango Pa Herman. Kedah lebih hati hati dina ngajalankeun roda pamarentahan,"ujarnya, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya tongkat komando itu adalah sakral apalagi kepunyaan seorang pemimpin, jadi bukan sembarang tongkat biasa.

"Lagragna eta tongkat diluhureun tumpukan botol miras nunjukeun siloka (simbol). Ari miras teh kan matak nyieun mabok anu nginumna. Tah ieu ngandung harti saupama pamimpin nepikeun ka mabok kakuasaan, balitunganna nya lagrag tea kakuasaanna. Intina satimpal jeung lakon gawena,"terang Mbah Kincir.

Mencermati lebih dalam, Mbah Kincir menilai waktu kejadianpun menunjukan pertanda juga.

"Wanci kajadianna ngiatkeun pisan. Poe Senen lamun ceuk kolot baheula mah eta teh simbolna kembang. Bisa jadi ieu kajadian teh kembangna. 

Terus nilik waktu bulan, pas nincak akhir bulan Rajab, anu ceuk kateranganmah bulan eta disebatna teh bulan kamuliaan. 

Jadi mun disimpulkeun, ieu mangrupakeun pertanda kembang lagragna kamuliaan atawa darajat,"beber Mbah. (NN)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE