Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Di Bumi Bunisari: Santunan Menyentuh Hati, Tabligh Mempererat Ukhuwah

Di Bumi Bunisari: Santunan Menyentuh Hati, Tabligh Mempererat Ukhuwah

Foto : Acara santunan anak yatim.


CIANJUR.maharnews.com - Di bawah langit yang damai Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur kasih sayang kembali mengalir menyapa hati-hati kecil yang kehilangan.

Pemerintah Desa Bunisari menggelar kegiatan santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan tabligh akbar - sebuah tradisi tahunan yang senantiasa berlangsung penuh khidmat, dan disambut hangat oleh segenap warga, Jumat 11 September 2026.

Acara dibuka dengan kelembutan, puluhan anak yatim piatu menerima santunan, sebagai tanda bahwa mereka tidak sendirian. Bantuan yang diserahkan bukan sekadar benda, melainkan uluran tangan persaudaraan - meringankan beban kebutuhan mereka, sekaligus menaburkan kebahagiaan dan harapan di dada agar terus bersemangat melangkah.

Kepala Desa Bunisari menyampaikan, kegiatan ini adalah benih kasih yang terus ditanam setiap tahun - untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta menumbuhkan cahaya keimanan di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian sesama hamba, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tanah Bunisari. Santunan kepada anak-anak yatim adalah bukti nyata, mereka yang lemah tetap menjadi perhatian kita bersama." tuturnya.

Tak berhenti pada santunan, udara pun terisi dengan tausiyah yang menyentuh kalbu. Lewat tabligh akbar, penceramah mengajak seluruh hadirin untuk mempertebal iman, menjaga ketakwaan, serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi kekayaan budaya kita.

Warga pun berdatangan, memadati lokasi acara, mendengarkan dengan tenang hingga rangkaian selesai. Pemerintah Desa Buni Sari berharap tradisi mulia ini senantiasa terjaga dan menjadi jembatan kasih yang tak pernah putus, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian yang tulus dari hati ke hati.

Sebuah kegiatan sederhana namun penuh makna, membangun desa bukan sekadar membangun tembok dan jalan, melainkan membangun hati yang religius, peduli, dan hidup rukun dalam naungan kasih sayang Ilahi.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE