Olala...Sekretaris Ini Bikin Tak Berkutik "The King"

Olala...Sekretaris Ini Bikin Tak Berkutik "The King"

Foto : Ilustrasi maharnews.



CIANJUR. Maharnews.com- Sekretaris yang satu ini tak bisa dianggap sebelah mata. Dengan kemampuan yang dimilikinya bisa membuat tak berkutik The King yang nota bene merupakan raja diantara sejenisnya. 

Dilihat dari bodynya memang mempunyai keindahan tersendiri. Postur kakinya yang panjang dan lenjang, ditambah lagi dengan bulu matanya yang lentik membuatnya semakin terlihat anggun dan cantik. 

Tapi jangan coba coba berani menyentuhnya kalau memang tak punya keberanian dan keahlian untuk menjinakannya. Kalau asal coba begitu saja, bukan tak mungkin malah bisa jadi korbannya. 

Sekretaris yang kita bahas ini bukanlah sosok perempuan pemilik body goal. Melainkan seekor burung, satwa endemik yang mendiami pulau Afrika di bagian Sub Sahara Afrika. 


Satwa pemilik nama latin Sagitarius Serpentarius ini seringkali dijumpai di padang rumput terbuka dan Savana. Arti Sagitarius sendiri memiliki makna pemanah yang didasrkan pada bentuk kepala burung ini yang sekilas mirip dengan anak panah. 

Burung sekretaris adalah burung raptor atau burung pemangsa yang makanan utamanya adalah daging. 


Hal ini tentu membuatnya sama dengan burung pemangsa yang lain seperti elang, burung bangkai hingga harrier sehingga mereka semua masuk ke dalam ordo yang sama yaitu Accipitriformes. 

Bahkan seekor ular King Kobra sekalipun tak mampu berkutik saat harus berhadapan dengannya. Alih alih bisa membunuh sang sekretaris, yang ada justru malah jadi santapannya. 

Dinamakan burung sekretaris karena bulu di bagian belakang kepalanya sangat mirip dengan pegawai sekretaris pada abad ke-18. 

Bulu-bulu berwarna hitam yang berada di bagian belakang kepala ini seperti aksesoris tambahan  yang membuat dirinya nampak begitu cantik. 


Meski terlihat cantik burung ini aslinya merupakan burung yang kejam. Menurut buku “Birds of Africa: South of the Sahara” burung sekretaris akan memperlakukan mangsanya dengan kejam sebelum memakannya. Burung ini akan mematahkan kaki dan menyobek-nyobek tubuh buruannya sebelum akhirnya melahapnya. 


Ciri-Ciri Burung Sekretaris ; 

Dengan tampilannya yang mencolok dan ukurannya yang cukup besar membuat burung sekretaris sangat mudah untuk dikenali. 

Burung dengan tinggi yang bisa mencapai 1,3 meter ini memiliki bentuk kepala seperti elang dengan sorot matanya yang tajam dan terkesan tidak ramah. 

Memiliki berat berkisar antara 2,5-5 kg,  burung sekretaris punya bulu berwarna putih keabu-abuan di bagian kepala hingga dada, sementara bagian ekor dan perut bawah berwarna hitam. Pada bagian sekitar mata berwarna oranye cerah. Burung ini memiliki kaki yang panjang yang bisa membuatnya berlari dengan cepat. 

Pada bagian paruh, burung sekretaris memiliki bentuk paruh yang bengkok seperti burung pemangsa lainnya. Paruh bengkok ini berfungsi untuk mencabik-cabik mangsa. 

Dalam berburu mangsa burung sekretaris biasanya akan berpasangan atau berkelompok dengan cara menguntit atau mengendap-endap ke habitat calon mangsanya. Adapun mangsanya kebanyakan adalah mamalia kecil seperti tikus, kelinci, musang hingga reptile semacam ular dan kadal. 

Berbeda dengan burung elang yang kerap mengintai mangsanya dari ketinggian, burung sekretaris ternyata tidak suka terbang dan lebih banyak menghabiskan waktunya berada di tanah untuk mencari mangsa. 

Burung sekretaris adalah tipe hewan diurnal atau aktif mencari mangsa pada siang hari. Ketika malam ia  akan kembali ke sarang yang biasanya ada di pohon akasia. Namun tak jarang juga burung sekretaris bersarang di atas tanah. 


Fakta Unik Burung Sekretaris 

Burung sekretaris ternyata memiliki cukup banyak keunikan yang membuat mereka berbeda dengan burung-burung lain. Berikut adalah beberapa fakta unik yang dimiliki oleh burung sekretaris: 

1. Punya Bulu Mata Lentik 

Jika dilihat dari bagian matanya, ternyata burung sekretaris memiliki bulu mata yang lentik dan indah. 

Meski membuatnya Nampak cantik namun tetap saja burung ini adalah burung kejam dengan sifat sebagai pembunuh alami. 

2. Bisa Terbang Tinggi 

Seperti yang sudah dijelaskan diawal, bahwa burung sekretaris adalah burung yang banyak menghabiskan waktunya di tanah. 

Akan tetapi faktanya burung yang satu ini sebenarnya juga bisa terbang tinggi seperti burung elang. 

Memiliki sayap dengan panjang bisa mencapai 1,5 meter membuat burung sekretaris dapat terbang meski punya bobot tubuh yang berat. 

3. Burung Yang Pendiam 

Burung sekretaris adalah tiper burung yang pendiam. Pada Burung ini hanya akan bersuara ketika memanggil kawanannya. 

Ketika memanggil burung lainnya, suara burung decu sangat dalam dan rendah. Suaranya ini bisa didengar hingga jarak yang cukup jauh. 

Bahkan dikatakan bahwa suara burung sekretaris ini lebih mirip seperti katak dibanding burung. Selain memanggil kawanannya, burung sekretaris juga akan bersuara ketika proses mencari pasangan. 

4. Punya Kaki yang Kuat 

Selain panjang, kaki-kaki dari burung sekretaris juga sangatlah kuat. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa burung sekretaris mampu melakukan tendangan lima kali lebih kuat disbanding bobot tubuhnya sendiri. 

Selain kuat ayunan kaki dari burung sekretaris sangatlah cepat. Dalam posisi diam kaki burung sekretaris dapat menyentuh target hanya dengan waktu 15 milidetik. 

5. Punya Ritual Ketika Kawin 

Pada masa “pacaran” burung sekretaris akan terbang dan menampilkan pola penerbangan bergelombang sambil bersuara dengan parau untuk memanggil-manggil lawan jenisnya. 

Pejantan dan betina yang sedang pacaran ini juga akan melakukan tarian di tanah dengan saling mengejar satu sama lain seperti layaknya adegan di film-film Bollywood. 

6. Setia pada Pasangan 

Meski dikenal kejam namun burung sekretaris adalah hewan yang setia terhadap pasangan. Burung sekretaris punya sifat monogamy atau tidak berganti pasangan seumur hidupnya. Burung sekretaris akan tetap dekat dengan pasangannya meski anak-anak mereka sudah pergi. (Nuk/BBS)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE