Miris! Tak Ada Akses Jembatan, Mobil Truk Pengangkut Hasil Bumi Terobos Arus Sungai

Miris! Tak Ada Akses Jembatan, Mobil Truk Pengangkut Hasil Bumi Terobos Arus Sungai

Foto : Mobil truk pengangkut hasi bumi menerobos arus Sungai Cigadungg


Cianjur.Maharnews.com - Tak ada akses Jembatan penghubung antara Desa Sukamulya dan Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, yang dapat dilewati kendaraan roda empat. Mobil truk pengangkut hasil bumi terobos derasnya arus Sungai Cigadung.

Dikatakan warga, Tutang (40), setiap hari dalam melakukan aktifitas kendaraan roda empat (Mobil) pengangkut hasil bumi, terpaksa menyeberangi sungai Cigadung, meski nyawa pengemudi terancam oleh derasnya arus sungai.

"Karena tidak adanya akses jembatan yang dapat dilewati mobil,  terpaksa mereka dalam melakukan aktifitas sehari-hari melintas sungai Cigadung ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Tutang mengatakan, tidak ada lagi jalan alternatif paling dekat. Satu satunya melintasi sungai Cigadung.

"Sebab kalau memutar kearah ke Kecamatan Cidaun, itu lebih jauh, terlebih medan jalan sangatlah buruk dan berlumpur," ujarnya.

Warga berharap kepada Pemerintah baik pemerintah daerah, provinsi dan pusat, untuk bisa membangun jembatan penguhubung di sungai Cigadung, yang dapat dilewati kendaraan roda empat.

Karena jika jembatan penghubung Desa Sukamulya dan Desa Wanasari, di bangun, tentunya kami bisa melakukan aktifitas dengan mudah, sehingga roda perekonomian dipastikan akan lancar.

Terpisah, Kepala Desa Wanasari, Upid Saripudin mengungkapkan, jalur ini merupakan jalan kabupaten.  Satu satunya akses jalan bagi warga Wanasari dan Desa Sukamulya.

Mereka setiap harinya melewati jalan ini mengunakan kendaraan roda empat (mobil) sudah pasti harus menyebrangi sungai Cigadung yang airnya cukup deras. Apalagi kalau turun hujan, sudah pasti arus sangat tinggi," kata Kades kepada Wartawan.

Kades menuturkan, kalau Jembatan khusus untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki memang sudah ada yang di bangun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Cianjur.

"Tapi yang belum ada itu Jembatan untuk kendaraan roda empat yang permanen. Karena memang sangat dibutuhkan oleh warga kami dan Desa Sukamulya,"tuturnya.

Upid menegaskan Pemerintah Desa (Pemdes) Wanasari, bukan tidak mampu untuk membangun jembatan permanen yang bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, dengan mengunakan anggaran Dana Desa (DD).

Tetapi jalur ini merupakan jalan kabupaten. Sehingga penggunaan dana desa tidak bisa, karena mengacu pada  peraturan, bahwa  jalan kabupaten tidak bisa menggunakan anggaran DD.

"Seandainya bisa, pembangunan Jembatan sungai Cigadung memerlukan anggaran besar, dan tidak mungkin anggaran DD bisa mencukupi," tandas Kades.

Upid menjelaskan, pembangunan Jembatan sungai Cigadung dengan panjangnya sekitar 20 meter kurang lebih, sebab menurut dia kalau melihat contoh jembatan yang sudah ada, khusus untuk kendaraan roda dua panjangnya mencapai 16 meter.

Kita berharap, Atas nama warga Desa Wanasari, kepada pemerintah daerah, perovinsi dan pusat, untuk segera membangun jembatan permanen yang  bisa dilalui oleh roda empat.

"Kalau sudah ada jembatan permanen, tentu masyarakat dari kedua desa ini bisa meningkatkan roda perekonomian. Selain itu kasihan warga yang Setiap harinya harus menyeberangi sungai Cigadung saat beraktifitas," pungkasnya. (nn)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE