Proyek di Cianjur Dibidik Penyidik Polda Jabar, Termasuk yang Dibiayai Dana Banprov

Proyek di Cianjur Dibidik Penyidik Polda Jabar, Termasuk yang Dibiayai Dana Banprov

Foto : Kantor Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Barat


Sejumlah proyek di Kabupaten Cianjur mulai dibidik aparat penegak hukum (APH) di wilayah hukum Provinsi Jawa Barat. 

Berdasarkan hasil penelusuran, bidikan para penyidik Polda Jabar rupanya tak hanya proyek yang sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Cianjur, tapi beberapa proyek yang dibiayai Dana bantuan provinsi (Banprov) juga termasuk jadi bidikan mereka. 

Beberapa rekanan di Cianjur yang berhasil dikonfirmasi, mereka mengaku mendapat panggilan dari aparat penyidik. 

"Betul kang dapat panggilan penyidik Tipikor Polda Jabar,"ujar Yg salah satu rekanan pemenang proyek di Dinas PUPR Cianjur saat dihubungi, belum lama ini. 

Terkait proyek yang dibiayai Dana Banprov, penyidik Polda Jabar bahkan turun langsung ke dinas di Cianjur. 

"Ada pernah yang kesini, tapi tidak ketemu dengan saya, itu sekitar bulan Februari 2021. Waktu itu mereka minta dokumen RKPD, maunya sih ketemu dengan pa Kaban, tapi bapa kebetulan waktu itu sedang tidak ada. Akhirnya ditemui pejabat Bappeda lainnya. Intinya soal proyek yang didanai Banprov,"beber Sekertaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur, Lusi Hasfiati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/3/2021). 

Sementara itu soal panggilan penyidik Polda Jabar terkait dugaan korupsi di Cianjur sempat dikonfirmasikan ke Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago, S.I.K. 

Konfirmasi ke layanan nomor WhatsApp miliknya, wartawan menanyakan apakah pemanggilan tersebut dilakukan secara resmi dan dipastikan ditindaklanjuti atau sebatas klarifikasi?

Sayangnya hingga berita ini diturunkan tak pernah ada balasan dari Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago, S.I.K. (NN)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE