Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Sisa Anggaran Rp1,358 Triliun, 442.918 Warga Kehilangan Jaminan Kesehatan, Di Mana Empati Penguasa?

Sisa Anggaran Rp1,358 Triliun, 442.918 Warga Kehilangan Jaminan Kesehatan, Di Mana Empati Penguasa?

Foto : Ilustrasi


CIANJUR.maharnews.com - Pertanyaan sederhana namun tajam meluncur dari Direktur Poslogis DPC 234 SC Cianjur, Asep Toha. Apakah sisa anggaran yang masih melimpah itu selaras dengan empati Bupati dan anggota DPRD kepada ratusan ribu warga yang kini kehilangan perlindungan nyawa?
 
Data tak bisa berdusta. Per 15 September 2026, dari total belanja daerah Rp4,783 triliun, baru terealisasi Rp2,893 triliun. Masih tersisa Rp1,890 triliun. Setelah dikurangi belanja yang wajib dipertahankan, ruang yang masih bisa disisir pun masih sangat besar Rp1,358 triliun. Bukan angka receh. Bukan alasan "keterbatasan fiskal" yang bisa diterima begitu saja.
 
"Dulu, perlindungan kesehatan menyentuh 815.690 jiwa. Kini tinggal 372.772 jiwa. Turun 54,30 persen. Artinya: 442.918 warga dicabut hak perlindungannya secara sepihak," ungkap Asto dalam pernyataannya yang di terima redaksi maharnews, Rabu 16 September 2026.

Asto menegaskan, angka itu bukan sekadar deretan bilangan. Di baliknya ada manusia yang bisa sakit, yang butuh rumah sakit, yang gemetar ketakutan ketika kartu JKN-nya mati mendadak. Ini bukan soal uang tak ada, tapi soal pilihan "Kemampuan fiskal terbatas" itu alasan yang terus diulang. 

Namun, kata Asto, keterbatasan selalu berhadapan dengan pilihan. Dan pilihan itulah yang mencerminkan prioritas mereka yang memegang kuasa atas uang rakyat.
 
"Masih ada ruang Rp1,358 triliun. Ruang itu besar. Cukup untuk menelusuri setiap rekening belanja, mana yang mendesak, mana yang bisa ditunda, mana yang hanya membuang uang untuk seremonial dan kemewahan birokrasi. Jika anggaran JKN yang dibutuhkan sekitar Rp390 miliar per tahun, pertanyaannya menjadi sangat jelas. Mengapa nyawa rakyat yang dipangkas, bukan belanja yang tidak mendesak?, tegas Asto lugas.



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE