Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Asep Asto: Bukan Soal Uang Tak Ada, Ini Soal Keberanian Menata Prioritas APBD

Asep Asto: Bukan Soal Uang Tak Ada, Ini Soal Keberanian Menata Prioritas APBD

Foto : Direktur Poslogis/DPC 234 SC Kabupaten Cianjur, Asep Asto


CIANJUR.maharnews.com - Angka-angka dalam RAPBD-P 2026 Cianjur berbicara lebih keras daripada alasan kekurangan anggaran. Di saat rakyat diberi tahu "anggaran JKN tidak cukup", lembar yang sama justru mencatat.

Biaya perjalanan dinas sebesar Rp48,37 miliar, makan dan minum (Mamin) rapat Rp15,67 miliar, belanja lembur Rp12,17 miliar, pelatihan dan bimtek Rp8,58 miliar, hibah ke Pusat Rp7,95 miliar dan belanja uang/jasa pihak ketiga Rp43,29 miliar.

Di hadapan angka-angka yang masih melimpah itu, alasan "uang tak cukup" menjadi semakin sulit diterima akal sehat.
 
Defisit Rp13 Miliar jangan jadi alasan penutup. Direktur Poslogis/DPC 234 SC Kabupaten Cianjur, Asep Asto menegaskan bahwa ini bukan semata-mata soal ada uang atau tidak ada uang. Ini soal keberanian menata APBD berdasarkan prioritas.
 
"Jika benar masih defisit Rp13,26 miliar, jangan biarkan angka itu sekadar menjadi angka penutup buku," ujar Asto dalam pesan tertulis kepada maharnews belum lama ini.

Ia menegaskan, TAPD dan DPRD wajib membongkar, dari mana defisit itu muncul? Pastikan pembiayaan neto jelas, pastikan SILPA nihil, dan sebelum rakyat kehilangan perlindungan JKN, pastikan seluruh belanja yang kurang prioritas sudah benar-benar disisir.
 
APBD yang sehat bukan yang sekadar seimbang di atas kertas. APBD yang sehat adalah yang mampu membedakan, mana yang harus dibayar, mana yang bisa ditunda, mana yang dikorbankan demi rakyat.
 
Jangan sampai UHC yang dikorbankan, sementara belanja yang masih bisa dirasionalisasi tetap berjalan. Rakyat bertanya, mengapa nyawa warga miskin menjadi pos pertama yang dipangkas, sementara biaya perjalanan, rapat, dan jasa pihak ketiga justru dibiarkan berlimpah?," pungkas Asto tegas.



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE