Misteri Suara Dentuman Sebelum Longsor Cibeber, Kisah Heroik Mang Apeng Selamatkan Kedua Anaknya

Misteri Suara Dentuman Sebelum Longsor Cibeber, Kisah Heroik Mang Apeng Selamatkan Kedua Anaknya

Foto : Rumah milik Mang Apeng, warga kampung Babakan Cingkeuk yang rata dengan tanah akibat tergerus longsor, Jumat (4/5/2021).


CIANJUR.Maharnews.com- Suara dentuman keras terdengar nyaring, sesaat sebelum longsor melanda Kampung Babakan Cingkeuk, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur pada Jumat (4/6/2021) dini hari. 

Suara yang membuat panik warga yang saat itu mendengarnya terjadi sebanyak dua kali. Sayang belum diketahui sumber suara tersebut berasal dari mana. 


Tampak terlihat sisa material di jalur longsoran dari Bukit Sinapeul, belakang kampung Babakan Cingkeuk, Desa Cibokor.

Namun, menurut keterangan warga setempat, suara tersebut diperkirakan berasal dari puncak bukit Pasir Sinapeul yang mengalami longsor. 

Salah seorang warga korban longsor, Mang Apeng menuturkan, sebelum terjadinya longsor, terlebih dahulu terdengar suara dentuman keras sebanyak dua kali. 

Warga yang rumahnya rata dengan tanah akibat tergerus longsoran itu mengaku sangat kaget saat mendengar suara dentuman tersebut. 

"Waktu itu sekitar pukul 01.30 Wib dini hari, saya sedang menonton sepakbola. Tiba tiba sekitar pukul 01.45 Wib terdengar dentuman keras sekali dari puncak bukit Sinapeul. Saya bertanya tanya, suara apa itu?. Kemudian kurang lebih 3 menitan terdengar lagi suara dentuman, kali ini lebih keras dari yang pertama, bahkan sampai rumah yang saya tempati bergoncang keras,"tuturnya saat ditemui di kamp pengungsian di sekolah MTS Persis 56, Minggu (6/5/2021). 


Mang Apeng, pemilik rumah yang rata dengan tanah akibat tergerus material longsoran.

Setelah dua kali suara dentuman tersebut lanjut Mang Apeng, dirinya segera keluar melihat situasi lokasi ke daerah atas rumah. 

"Saya sempat keluar melihat keatas, tapi tidak ada apa apa. Tapi begitu saya masuk ke dalam rumah, tiba tiba terasa lagi goncangan. Seketika saya suruh istri segera keluar rumah. Saya pikir waktu itu akan ada tsunami,"kata Mang Apeng sambil mengurut ngurut kakinya yang masih terlihat membengkak akibat menginjak pecahan kaca. 

Tak berapa lama setelah suara dentuman yang kedua itu anjutnya lagi, tiba tiba terdengar suara bergemuruh dari belakang rumah. 

"Suara gemuruh itu kencang sekali. Saya lihat dari belakang rumah gundukan tanah bergerak ke arah rumah. Seketika itu juga saya berupaya menyelamatkan anak anak. 

Anak yang pertama yang kebetulan saya gendong terpaksa saya lemparkan ke kakak. Kemudian menyelamatkan anak yang kedua. Alhamdulillah keduanya bisa selamat dari longsoran,"bebernya. 

Terkait keberlangsungan hidupnya bersama keluarga, Mang Apeng yang juga tercatat sebagai petugas keamanan Desa Cibokor, meyerahkan sepenuhnya kepada Kepala Desa. 

"Rumah saya sudah rata dengan tanah. Sekarang sudah tidak punya apa- apa. Saya sudah sampaikan ke pa Kades, tapi belum tahu bagaimana keputusannya,"ungkapnya seraya menunjukan wajah yang masih kebingungan, mengharap sesuatu yang terbaik keputusan Kepala Desa. (Tim)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE