Nah lo!... Gara-gara Ayam, BPK RI Datangi Dinsos Cianjur

Nah lo!... Gara-gara Ayam, BPK RI Datangi Dinsos Cianjur

Foto : Anggota DPRD Kabupaten Cianjur memeriksa seekor ayam hidup yang diberikan kepada KPM program BPNT di Kecamatan Pagelaran, Kamis (28/1/2021)


CIANJUR. Maharnews.com - Menyusul beredarnya informasi viral terkait penerima bantuan sosial (Bansos) mendapatkan komoditi ayam hidup dalam program BPNT. Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Jum'at (29/1/2021).

Informasi kedatangan BPK RI untuk mengevaluasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kepala Dinas Sosial Amad Mutawali mengatakan, kedatangan BPK RI juga untuk menanyakan kabar yang viral mengenai bantuan ayam hidup dalam program BPNT.

"Kemarin sudah membuat laporan kepada Kemensos terkait viralnya bantuan ayam hidup dalam program BPNT," ujarnya.

Amad mengatakan, terkait kisruh tersebut kami sudah konfirmasi dan koordinasi sekaligus melakukan wawancara dengan agen e-warung.

"Kami juga sudah sampaikan laporannya ke Kemensos untuk menjelaskan tentang kejadian distribusi ayam hidup tersebut," kata Mutawali saat ditemui di kantor Dinas Sosial Kabupaten Cianjur Jalan Raya Bandung, Jumat (29/1/2021).

Mutawali berharap ke depan tak terulang lagi agar tak terjadi imbas kepada kecamatan lainnya. Ia juga mengimbau semua e-Warung untuk mentaati aturan yang ada seputar distribusi program BPNT.

"Pertama terkait bahan sembako bahwa ketentuan di program sembako harus ditaati supaya tak banyak masalah, kaitan dengan jenis bahan pangan kami sampaikan masalah harganya juga harus ditempel," tegasnya. 

Ia mengatakan, tak menutup kemungkinan selama masih dalam aturan untuk memberi kebebasan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memilih kualitas barang yang akan mereka beli.

"Agar semua senang KPM juga terpenuhi gizinya, sesuai pedoman umum Permensos, dijelaskan jenis bahan pangannya ada daging kacang-kacangan tempe dan lainnya," jelasnya. (Nn)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE