Nyidamar Wangsit Nyi Ratu Kidul

Maharnews.com- Barangkali sungai tidak pernah benar-benar diam. Ia hanya memilih berbicara dengan bahasa yang tidak lagi dipahami manusia.
Kita menyebutnya arus. Kita menyebutnya riak. Sesekali banjir. Sesekali longsor. Padahal mungkin itu hanya cara alam mengucapkan satu kata yang sama, berulang-ulang: cukup.
Di Cidamar, orang-orang melihat pasir. Sebagian melihat batu. Sebagian lagi melihat angka-angka yang bisa dipindahkan ke bak truk. Hanya sedikit yang masih melihat sungai sebagai ingatan.
Padahal setiap aliran menyimpan silsilah: pohon-pohon yang tumbuh di hulu, sawah yang menunggu air, anak-anak yang bermain di tepian, dan ikan-ikan yang tak pernah mengenal batas administrasi.
Maka lahirlah sebuah kisah.
Konon, dari selatan datang sebuah wangsit. Bukan sebagai ancaman, melainkan teguran. Orang menamakannya suara Sang Ratu Kidul.
Tetapi nama sesungguhnya tidak penting. Sebab setiap kebudayaan selalu menciptakan tokoh-tokoh mitologis untuk mengingatkan manusia ketika hukum dan akal sehat mulai kehilangan wibawa.
"Jangan lukai sungai," begitu bunyi wangsit yang dibayangkan itu.
Bukan karena sungai keramat. Melainkan karena kehidupan memang selalu berawal dari air yang dijaga.
Ironinya, manusia modern percaya pada data, tetapi sering mengabaikan kenyataan yang tampak di depan mata.
Dasar sungai berubah. Air mengeruh. Tebing kehilangan penyangga. Namun kesibukan menghitung keuntungan sering lebih nyaring daripada suara alam.
Mungkin memang kita membutuhkan mitos, bukan untuk menggantikan ilmu pengetahuan, melainkan untuk mengembalikan rasa hormat.
Sebab di zaman ketika segala sesuatu dinilai dengan harga, mitos adalah cara terakhir kebudayaan mengatakan bahwa ada hal-hal yang tak pantas diperjualbelikan.
Sungai adalah salah satunya.
Dan jika suatu hari Cidamar benar-benar berhenti mengalir seperti yang kita kenal hari ini, barangkali bukan karena kutukan Sang Ratu Kidul.
Melainkan karena manusia terlalu lama menertawakan wangsit yang sesungguhnya datang dari nuraninya sendiri.
- Geger Penyimpangan Dirut Pagelaran Dilapor ke APH
- JURIG Ungkap Aktor Baru Mafia KPR Fiktif di Cianjur
- PDAM Tirta Mukti Cianjur Luncurkan Produk AMDK, Dewan : Dampak Baik Untuk Peningkatan PAD
- Fraksi PAN Cianjur : Penggalian Potensi Ekonomi Baru Harus Dilakukan Secara Cerdas
- Serap Aspirasi Warga, Fraksi Golkar Cianjur Minta Pemkab Realisasikan Hasil Reses
- Sungai Cidamar dan Negara yang Seolah Menutup Mata
- Golkar Komitmen Kawal Pelaksanaan Tatib dan Tata Beracara Baru DPRD Cianjur













