Aksi Ditengah Sidang Paripurna, Wakil Pimpinan DPRD Cianjur Menyayangkan Sejarah Ini Terjadi

Foto : Wakil Pimpinan DPRD Cianjur yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Susi Susilawati
Maharnews.com- Peristiwa aksi mahasiswa saat berlangsungnya rapat sidang paripurna DPRD Kabupaten Cianjur, Senin 20 April 2026 lalu merupakan yang pertama kali terjadi di Kabupaten Cianjur.
Kejadian tersebut sangat disayangkan Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Cianjur Susi Susilawati. Legislator PDIP Perjuangan ini menilai, isyu yang diusung mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa NasionaI Indonesia (GMNI) pada saat aksi tidaklah jelas.
"Tindakan tindakan seperti itu sangat disayangkan. Isyu yang diusung temen temen GMNI tidak jelas pada saat di rapat paripurna itu,"ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis 23 April 2026.
Menurutnya, sepanjang dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Cianjur baru kali ini terjadi ada gelaran rapat paripurna diwarnai aksi mahasiswa.
"Iyah sejarah, soalnya baru kali ini terjadi,"kata Susi.
Disingung soal aksi GMNI berimbas pada turunnya marwah DPRD Cianjur, wanita cantik yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan ini menilai Marwah wakil rakyat masih terjaga.
"Disipilin organisasinya saja yang harus lebih disipilin. Kan kalau orang berorganisasi itu disipilin tindakan ada juga disiplin ideologi. Nah itu yang saya sangat sayangkan, kenapa tidak memakai pakem disiplin berorganisasi,"terangnya.
Susi mengingatkan, rapat paripurna itu merupakan rapat tertinggi di DPRD antara eksekutif dan legislatif, tentunya teman teman harus melihat kalau hendak menyampaikan sesuatu tentunya ada etika yang harus dipakai.
"Kemarin itu suara rakyatnya apa, hanya menuliskan sesuatu yang sifatnya menyudutkan, subjektif dan belum tentu kebenarannya,"pungkasnya.
Sebelumnya, rapat paripurna ketiga yang digelar Senin 20 April 2026 sekitar pukul 20.00 Wib diwarnai aksi protes dari mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur.
Awalnya, mereka berada di lantai satu untuk menyimak jalannya rapat dan mendengarkan pandangan yang disampaikan fraksi.
Namun situasi berubah ketika Bupati naik podium, menyampaikan jawaban atas pandangan tersebut.
Sejumlah mahasiswa tiba-tiba membentangkan spanduk berukuran sekitar 2x1 meter bertuliskan “Keluarga Sanusi (Santun Tapi Korupsi)”.
Tamu undangan termasuk Ketua dan Wakil Pimpinan terlihat kaget melihat aksi tersebut. Meski begitu penyampaian penyertaan sikap para pemuda tak menggangu jalannya sidang.
Bahkan Bupati pun tetap konsen membacakan jawabannya, seolah tidak terjadi apa apa.
Ketegangan baru terjadi setelah datangnya sekelompok pemuda yang tiba tiba datang lalu merebut paksa spanduk tersebut.
Kericuhan pun tak terhindarkan, ditandai dengan aksi saling tarik dan adu mulut antara kedua kelompok. Mahasiswa berupaya mengambil kembali spanduk yang sempat direbut, sebelum akhirnya situasi berhasil diredam.
Ketua DPC GMNI Cianjur, Agus Rama Tunggara, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pengawalan terhadap tata kelola pemerintahan daerah, khususnya terkait penggunaan anggaran publik.
“Persoalan kita berada di DPRD. Kita ingin mengawal bagaimana tata kelola pemerintahan daerah dan memastikan anggaran publik disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Rama saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
- Ketua BK DPRD Cianjur : Anggota Tidak Boleh Tidur Saat Rapat, Aktivis Kawal Kasus Dewan Tidur Sampai Tuntas
- Kakanwil KemenHAM Hati-hati Sikapi Isu Kekerasan Seksual di UNPAD
- Gorol Tanpa Pengecualian !
- "ex almuni febi unsur mendorong dekan baru, untuk perubahan internal"
- Eh ketahuan!! Wakil Rakyat diduga Tidur Saat Rapat Paripurna Berlangsung
- Diawali Interupsi, Rapat Paripurna DPRD Cianjur Diakhiri Bentangan Spanduk "Keluarga Sanusi"
- Sosok Inspiratif, Hj.Lilis Boy : Perempuan Harus Berani Bermimpi













