Berpotensi Jadi Pasar Siluman, Proyek Mangkrak di Sukanagara

Berpotensi Jadi Pasar Siluman, Proyek Mangkrak di Sukanagara

Foto : Proyek Pembangunan Pasar Sukanagara


Cianjur.Maharnews.com - Proyek mangkrak Pembangunan Pusat Perbelanjaan Tradisional (PPPT) di Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, berpotensi jadi pasar Siluman, menyusul pembangunan pasar tersebut masih belum jelas dilanjutkan atau tidak.

Selain itu sengketa kepimilikan tanah yang didirikan bangunan pasar masih berlanjut dan belum mencapai titik temu.

Apakah proyek pembangunan pasar Sukanagara yang menghabiskan anggaran dana sekitar Rp 4.774.533.652, akan berlanjut atau dihentikan?.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Dan Industri (Diskoperindagin) Drs.Tohari mengatakan, proyek pasar baru Sukanagara seolah tak ada kejelasan.

"Kalau misalnya dihentikan sayang, paling sekarang sedang dibenahi aturan-aturannya nanti," ujar Tohari saat dikonfirmasi usai kegiatan rapat Paripurna di Kantor DPRD Cianjur, Selasa (16/11/2021).

Tohari menegaskan, pemerintah Kabupaten Cianjur telah mengeluarkan biaya besar sehingga dirasa tak mungkin hanya dibiarkan saja.

"Untuk pasar sukanagara inginnya saya di lanjut. Karena sayang, pemerintah sudah mengeluarkan biaya pembangunan pasar baru ini,"tandasnya.

Ditanya langkah selanjutnya untuk penyelesaian pasar tersebut, Tohari berujar, kini banyak beberapa fasilitas penunjang yang belum dibenahi.

"Karena memang posisi di pasar Sukanagara masih banyak yang belum selesai fasilitasnya. Seperti listrik dan lainnya," ujarnya.

Disinggung persoalan sengketa tanah yang didirikan pasar tersebut, Tohari mengaku bahwa persoalan tersebut masih belum menemukan titik temu.

Sengeketa kepimilikan tanah yang didirikan bangunan pasar masih berlanjut dan belum mencapai titik temu. Karena untuk persayaratannya masih proses. Mudahan-mudahan tahun ini ada kepastian mengenai status tanah," jelasnya.

Selain itu, Tohari mengungkapkan, mangraknya pembangunan pasar Sukanagara diakibatkan pergantian pengelola.

"Karena ada pergantian orang sehingga harus kita proses dari nol lagi. jika beberapa aspek terpenuhi maka peluang untuk kelanjutan proyek pembangunan pasar Sukanagara di tahun ke depan akan terlaksana lebih baik. Sehingga di tahun 2022 dan 2023 kita bisa kembali ajukan," tutunya. (nn)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE