Diduga Potong Dana BLT DD Covid-19, Oknum Kades Parakan Tugu Dipolisikan

Diduga Potong Dana BLT DD Covid-19, Oknum Kades Parakan Tugu Dipolisikan

Foto : Warga saat memperlihatkan bukti laporan di Halaman Polres Cianjur


CIANJUR. Maharnews.com - Diduga melakukan tindak pidana pemotongan BLT Dana Desa Covid-19, oknum Kepala Desa Parakan Tugu, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, secara resmi dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.

Dikatakan salah seorang tokoh masyarakat H Ardiansyah, oknum Kepala Desa Parakan Tugu berinisial SB, dilaporkan warga lantaran melakukan pemotongan BLT Dana Desa Covid-19, dari Keluarga Penerima Manfaat.

"Pemberian BLT dirapel, yakni tahap 1,2,3,4,5 satu sekali dengan besaran 300 × 5 bulan, masing-masing KPM 1.500.000 rupiah, dipotong secara pareatif dengan dalih untuk biaya administrasi pajak," Kata Ardi melalui sambungan WhatsApp, Rabu (10/2/2021) pukul 22.24 WIB.

Ardi mengungkapkan motif oknum kades melakukan pemotongan dana BLT setelah dana dibagikan kepada KPM, lalu oknum Kepala Desa Parakan Tugu memerintahkan para ketua RT untuk memungut kembali dana tersebut.

"Dana BLT yang dipungut dari KPM jumlahnya pareatif, mulai dari 100.000, 150.000 dan ada yang 200.000, bahkan ada salah satu KPM yang dipotong 1.200.000 rupiah," Tukas Ardi.

Menanggapi hal itu, Ketua APDESI Kabupaten Cianjur Beni Irawan mengatakan, Tegakan aturan, jangan sampai para kades melakukan tindakan yang tidak terpuji.

"Tegakan aturan, jangan sampai para kades melakukan tindakan yang tidak terpuji" Tegasnya.

Lebih lanjut Beni mengungkapkan sebelumnya, kita telah mengingatkan para Kepala Desa untuk menjaga stabilitas kemasyarakatan di desa. Hindari hal-hal yang akan merugikan kita para kades di masing masing desa.

"Hindari perbuatan melawan hukum, jaga nama baik kades secara umum, jaga marwah para kepala desa se-Kabupaten Cianjur, para kades agar lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan yang akan merugikan kita dan masyarakat desa," Pungkasnya.

Oknum Kades Parakan Tugu dilaporkan, warga berharap kepada penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas. (nn)





Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE