Kisah Orang Dekat Bupati, Mengaku Orang Biasa Biasa Faktanya... (2)

Kisah Orang Dekat Bupati, Mengaku Orang Biasa Biasa Faktanya... (2)

Foto : Muhammad Solih alias Kang Ibang saat ditemui Maharnews di kediamannya di perumahan elit jalan Al Muchtar, Cianjur, september 2021


CIANJUR.Maharnews.com- Pria muda bernama Muhammad Solih yang disebut sebut orang dekat Bupati Cianjur Herman Suherman itu mengenakan kaos berwarna merah saat ditemui tim Maharnews di kediamannya. 

Tim langsung mewawancarai seputar sepak terjangnya di lingkungan Pemkab Cianjur dan kabar yang menyebutkan kalau ia sebagai penasehat spiritualnya Bupati. 

Menyoal statusnya di lingkungan Pemab Cianjur, Ibang menuturkan awalnya bekerja di RSUD Sayang Cianjur dengan status sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS). Kemudian diperbantukan bekerja sebagai Sekertaris Pribadi (Sekpri) Herman Suherman.   

“Itu ada Surat Keputusannya (SK) ko. Tugas Sekpri itu tidak lain hanya mengurus surat masuk dan surat keluar. Termasuk menginformasikan ada tamu kepada Bapa. Posisinya tidak ikut bareng dengan bapa, dikantor saja kerjanya layaknya pegawai biasa,”ujarnya. 


Kang Ibang bersama istri foto bersama dengan Cecep Alamsyah saat dilantik menjadi Sekertaris Daerah Cianjur di Pendopo Pancaniti.

Berdasarkan pengakuannya, diketahui kalau kedekatannya dengan sosok Herman Suherman rupanya memang sudah terjalin sejak lama.

Diawali dengan masuk menjadi Tim Sukes pada Pilkada Cianjur 2015 lalu. Sampai dengan Herman Suherman berhasil menjadi Bupati Cianjur periode 2021-2025. 

“Ikut dengan bapa itu semenjak beliau jadi Wabup. Pertama jadi Sekpri Wabup, kemudian alhamdulilah Bapa jadi Bupati, ya saya jadi Sekprinya Bupati,”imbuhnya. 

Disingung soal punya keahlian khusus bidang spiritual, bahkan disebut sebut sebagai penasehat spiritualnya Bupati dengan tegas Ibang membantahnya. Bahkan ia menyebut kabar terkait itu adalah kabar bohong alias hoak. 

“Wah itumah tidak benar, bohong. Kalau memang ada apa apa sayamah da tidak bisa apa apa. Nah justru soal itulah yang hoaknya. Soal pekerjaan, saya jadi sekprinya Bupati informasi itu memang benar. Kalau soal punya kelebihan seperti itu, itu tidak betul, bohong, hoak itumah,”tegasnya. 

Memastikan betul tidaknya, wartawan mencoba menyodorkan minuman kemasan gelas yang ada di meja ke Kang Ibang.

Namun saat itu juga ia menolaknya, sembari menegaskan kembali kalau dirinya hanya sebagai seorang Sekpri bukan penasihat spiritual Bupati sebagaimana yang ramai dikabarkan selama ini. 

“Saya ini hanya seorang Sekpri yang mengurus surat masuk dan keluar, segitu saja,”tegasnya dengan nada meninggi. 

Ibang mengangap kedekatannya dengan Herman Suherman saat ini satu sisi adalah sebagai atasannya dan juga sebagaimana orang tua lainnya. 

“Ibang mah orang biasa biasa, pekerja biasa sama dengan yang lainnya. Ibangmah hanya mencari sesuap nasilah, begitu saja. Soal kabar saya yang kemarin menyebutkan begitu begini, itumah tidak benar, bohong, terlalu dibesar besarkan,”jelasnya. 

Ia tak menampik soal pendapat publik yang menilai kedekatannya dengan Herman Suherman terlihat jelas pada saat sidang kasus pemerasan oleh KPK Gadungan. Meksi begitu menurutnya hal seperti itu adalah hal yang biasa saja  

“Soal mentransferkan uang itu kebetulan saja waktu itu menyuruhnya kepada saya. Padahal sih sebetulnya kepada ajudan. Jadi pas ajudan mau berangkat, dipanggil lagi sama bapa, akhirnya sama saya yang mentransferkannya,”aku Ibang. 

Pengaruhnya di lingkungan Pemkab Cianjur sangat besar, bahkan pejabat, termasuk eselon II sangat segan kalau dihubungi akang, bagaimana soal itu kang? 

“Kepala Dinas mana yah. Wah hebat sekali itu, luar biasa kalau seperti itumah. Tidak benar ko seperti itu,”jawabnya.    

Sebelum mengakhiri sesi wawancara dengannya, tim menanyakan kepada Kang Ibang soal bagaimana awalnya sampai bisa tinggal di lingkungan perumahan elit, bertetanggan dengan Bupati Herman Suherman maupun mantan Bupati Tjetjep Muchtar Soleh. 

“Jadi rumah inimah rumah keluarga Kang, bukan rumah saya. Hasil patungan dengan saudara yang berada di kalimantan. Jadi kalau mereka ke cianjur ya disini berkumpul. Ada yang setahun sekali ada juga yang dua bulan sekali pulang ke cianjur,”pungkasnya.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE