Ini Fakta Miris BPNT Desa Bunisari yang Dianggap Hoaks

Ini Fakta Miris BPNT Desa Bunisari yang Dianggap Hoaks

Foto : Kemasan beras BPNT yang diterima KPM kampung Cicurug, Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, tertulis dalam kemasan jenis beras premium dengan harga 12.800 per kilogramnya (Ist).



CIANJUR. Maharnews.com - Pembagian beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang di duga bermasalah. Pasalnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya menerima delapan kilogram pada pencairan bulan Oktober 2019 lalu.

Pasca informasi tersebut mencuat ke publik, bak kebakaran jenggot aparat desa bahkan membuat berita tandingan dan memastikan bahwa itu hoaks tanpa memperhatikan siapa yang memberikan keterangan dalam pemberitaan. Alhasil, bukan menyelesaikan masalah tetapi malah memperkeruh keadaan.

1. Beras yang diterima KPM hanya delapan kilogram

Anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Bunisari, U Misbah menyayangkan jika fakta di lapangan itu disebut hoaks. Ia mengaku sebagai BPD yang dipilih masyarakat sudah menjadi tugasnya untuk mempertanyakan hak masyarakat.

"Itu fakta di lapangan, bahkan kita telah mengecek dan menimbang kembali beras yang diterima KPM dan memang hanya delapan kilogram," ungkapnya saat ditemui seusai peletakan batu pertama oleh Kapolres Cianjur pada pembangunan rutilahu dimana Misbah yang menjadi inisiator pembangunan tersebut, Jumat (1/11/2019).

2. BPD tidak merestui adanya potongan dengan dalih apapun.

Terpisah, Ketua BPD Bunisari, Dandi menerangkan seluruh perangkat desa, BPD dan Pendamping desa telah mengadakan pertemuan seusai shalat Jumat membahas pengurangan tersebut. Hasilnya, BPD menolak tegas adanya potongan dalam bentuk apapun.

"BPD sama sekali tidak merestui yang namanya pengurangan hak warga atas BPNT dengan dalih apapun. Barusan di forum itu, musyawarah dengan kepala desa ditegaskan kembali, sudah di dengar bersama, sudah dicatat di notula, tetap BPD tidak ikut andil," terangnya saat ditemui di kediamannya.


3. Potongan satu liter merupakan kesepakatan bersama sebagai infak

Ditanya terkait potongan beras BPNT yang awalnya satu liter menjadi satu kilogram hingga sisa beras yang diterima menjadi delapan kilogram, Dandi mengatakan kebetulan tadi di forum sempat ditanya, bahwa ada perangkat desa yang juga menjadi bagian penyaluran BPNT, yang notabene itu tidak boleh. Perangkat hanya boleh memfasilitasi atau membantu e-warong.

"Kalau sudah kondusif perangkat itu tugasnya memberikan pelayanan publik, tidak boleh yang lain," ujarnya.

Berdasarkan perangkat desa yang sering terlibat, Dandi menyebut potongan itu sifatnya infak. Sudah ada kesepakatan sebelumnya dengan para KPM.

"Alasannya itu infak, jadi sudah ada kesepakatan itu kata Ibu kades sendiri yang mengatakan. Tapi intinya BPD sudah tegas sekarang, apapun dalihnya tidak boleh dipotong, kedepan diharapkan sudah tidak ada lagi potongan," ucapnya.

4. Infak yang dikondisikan bukan infak.

Dandi mengingatkan infak itu bagus sekali dan sangat mulia, tetapi manakala ada pengkondisian, bakal ada pihak tertentu yang dirugikan.

"Akhirnya tidak jadi infaknya," tuturnya.

5. KPM di tiga Kampung pastikan beras yang diterima hanya delapan kilo.

Hasil penelusuran di kampung Cicurug, Bojong dan Pasirrandu, KPM memastikan hanya menerima beras delapan kilogram. Seorang KPM di kampung Bojong mengetahuinya setelah menimbang beras BPNT yang diterimanya dari E-warong.

"Setelah ditimbang memang cuman delapan kilo," ungkap CH yang namanya minta diinisialkan karena khawatir menerima intimidasi dari pihak lain.

6. Diterima dari e-warong dalam karung berjahit rapi dan telah dipotong

Ditanya terkait potongan, CH mengakui pernah ada kesepakatan antara seluruh KPM dengan aparat desa bahwa nanti beras BPNT akan dipotong satu liter untuk warga tidak mampu lain yang belum masuk KPM. Tapi buktinya yang dipotong malah satu kilogram.

"Ga tahu dimana dipotongnya, saya terima beras dari e-warong sudah dalam kemasan yang sudah dijahit rapi, dan memang cuman delapan kilo kemarin ditimbang disaksikan BPD," terangnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar