Istri Ridwan Mubarok Tagih Janji Plt. Bupati, Minta Segera Dibebaskan

Istri Ridwan Mubarok Tagih Janji Plt. Bupati, Minta Segera Dibebaskan

Foto : Istri Ridwan Mubarok, Yani Nurhasanah saat ditemui seusai persidangan, Selasa (3/9/2019).



CIANJUR. Maharnews.com - Janji memang mudah untuk diucapkan, namun terkadang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan, hal itulah yang kini dirasakan oleh istri Ridwan Mubarok (RM), Yani Nurhasanah. Ia harus merasa kecewa keempat kalinya, lantaran Plt. Bupati, Herman Suherman tak kunjung hadir dalam persidangan yang menjerat suaminya.

Yani mengaku sangat kecewa sekali dengan ketidakhadiran Plt. Bupati. Apalagi hal itu telah berulang hingga keempat kali, padahal sepengetahuannya, jadwal sidang merupakan permintaan langsung dari orang nomor satu di Cianjur.

"Kemudian tadi tidak hadir lagi, kecewa, sangat kecewa sekali," ungkapnya saat diwawancarai seusai persidangan, Selasa (3/9/2019).

Yani pesimis kehadiran Herman besok. Ia mendapat bocoran bahwa Herman masih banyak kegiatan sehingga kemungkinan hadir sangat kecil.

"Saya pesimis bakal hadir besok. Kalau memang tidak bisa hadir terus-terusan, Saya meminta kepada Plt. Bupati untuk membebaskan semuanya," ucapnya.

Ditanya terkait adanya komunikasi pribadi antara dirinya dan Plt. Bupati, Yani membenarkan hal tersebut. Inti percakapan bahwa Plt. Bupati prihatin dengan kejadian ini.

"Beliau bilang ke Saya, demi Allah saya (Plt. Bupati, red) tidak ada niatan jahat sama pak Ridwan. Pak Ridwan orang baik, pak Ridwan teman diskusi saya (Plt. Bupati, red). Saya (Plt. Bupati, red) prihatin dengan masalah ini," ungkapnya.

Yani menyebut dalam komunikasi tersebut, Plt. Bupati menjanjikan akan bertemu dengan dirinya. Namun hingga saat ini janji itu tak pernah terealisasi.

"Saya berharap Plt. Bupati dapat segera hadir dan permasalahan ini dapat cepat selesai," tuturnya.

Ekspresi Yani berubah drastis saat ditanya terkait kondisi anak-anaknya, ekspresi tegar mulai memudar. Meski begitu, Yani terlihat tetap tegar menahan kesedihannya. Dengan suara sedikit terbata, ia menerangkan kondisi kedua anaknya.

"Alhamdulillah meski kang Ridwan sedang ditahan, anak yang pertama karena baru pertama masuk SMP, saya dan keluarga yang mengantar, dia pergi mondok tanpa diantar oleh ayahnya," bebernya dengan nafas sedikit terisak mencoba tegar.

Yani juga menerangkan kondisi anak keduanya yang memiliki penyakit kelumpuhan otak syaraf (Cerebral palsy) yang biasanya setiap minggu harus terapi dan diantar oleh kedua orangtuanya, kini hanya diantar oleh dirinya sendiri. Anak keduanya yang mulai mengenal sosok ayahnya, seakan mencari ayahnya, tetapi karena masih ditahan tak bisa menemaninya terapi.

"Seperti itulah sekarang," pungkasnya tak ingin membahas panjang lebar kondisi anaknya, sembari menahan ekspresi kesedihan yang mulai tak terbendung.

Ditanya apa yang ingin disampaikan kepada Plt. Bupati secara langsung, Yani meminta agar beliau kooperatif untuk hadir dan memberikan kesaksian biar terang benderang.

"Apa yang dikejar Plt. Bupati, padahal di WA (Whatsapp, red), beliau tak ada niatan jahat, tetapi kenapa sampai saat ini pak Ridwan masih ditahan. Kalau tidak ada niatan jahat segera hadir, berikan pernyataan agar kang Ridwan segera bebas," tegasnya menagih janji Plt. Bupati. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar