Ketika TMS Bersaksi

Ketika TMS Bersaksi

Foto : Mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh


Cianjur bakal kembali mengukir sejarah jika yang satu ini benar benar terjadi di kemudian hari. 

Saat dimana mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, datang memenuhi  panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang terjerat kasus dugaan suap dan pemotongan dana proyek rehabilitasi sekolah di Cianjur.

"Hanacaraka data sawala, anak cilaka bapa kababawa" sederet kata pepeling para sesepuh Sunda itu nampaknya sangat tepat untuk mengambarkan kejadian diatas, pastinya jika nanti hal itu memang terjadi.

Manusia hanya bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan. Pemanggilan terhadap TMS memang sudah direncanakan lembaga antirasuah KPK. 

Beberapa kali pejabat KPK menyampaikan sinyalemen pemanggilan tersebut kepada awak media, namun rupanya waktu masih berpihak kepada politikus senior Cianjur yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem itu. TMS seolah tak bergeming, tetap tegar kendati permasalahan  besar saat ini bertubi tubi datang menerpanya. 

Tak dipungkiri, kesaksian bapak beranak empat itu saat ini memang tengah dinantikan masyarakat Cianjur. Jika itu terjadi, maka akan menjadi kali pertama bagi TMS memberikan kesaksian terkait persoalan kasus hukum yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Sebelumnya, nama TMS pernah disebut sebut terlibat dalam kasus korupsi Mamingate. Namun hingga sampai palu hakim memutus perkara tersebut, sosok TMS seolah tenggelam dalam pusaran waktu, tak tersentuh sedikitpun.

Kini saat sang putra mahkota yang menjadi tersangka, nama TMS kembali disebutnya. Semua mata publik seaakan menyorot tajam ke arahnya, antara percaya dan tidak mereka bertanya tanya, apakah mungkin catatan takdir bagi sang mantan penguasa akan berakhir serupa?

Kesaksian TMS diyakini akan membuka tabir persoalan atas sejumlah kasus hukum di lingkungan Pemkab Cianjur yang selama ini memang sulit terungkap. Benang merah yang telah kusut akan cepat terurai seiring dengan kesaksiannya tersebut.

10 tahun mengabdi di Tatar Santri bukanlah waktu yang singkat. Memangku tampuk pimpinan Cianjur selama itu memang bukan hal yang mudah. Sejuta cara dilakukannya, segudang intrik politik dibuatnya tuk sekadar kursi Cianjur 1 tetap dalam genggamannya.

Selama itu pula catatan hitam putih pemda Cianjur ada dalam benaknya, tersimpan di brankas ingatannya, tersusun rapi di buku rahasianya. Wajar jika sekarang masyarakat bertanya tanya, mengira ataupun menduga apa yang terjadi nanti jika TMS menjadi saksi. 

Akankah nanti seperti kisah drama Korea yang memilukan, penuh kesedihan dan tangis berdarah darah? Atau, kisah epos Mahabarta dengan perang Bratayudhanya yang penuh intrik politik dan tangisan air mata kepalsuan?

Terlepas dari dua kisah diatas, Cianjur punya kisah sejarah tersendiri yaitu kisah kuda Kosong. Kisah yang kental dengan politik, perjuangan para sesepuh Cianjur saat berhadapan dengan Kerajaan Mataram. Karena Cianjur adalah Cianjur, dengan segala katalanjurannya dan kemanjurannya. (Nuk)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar