Puluhan Perawat RSUD Keracunan Susu Kemasan Kadaluarsa Jatah Konsumsi Piket Malam

Puluhan Perawat RSUD Keracunan Susu Kemasan Kadaluarsa Jatah Konsumsi Piket Malam

Foto : Susu kemasan kadaluarsa yang diminum oleh perawat yang bertugas di RSUD Sayang



CIANJUR. Maharnews.com - Puluhan perawat RSUD Sayang Cianjur yang bertugas Jumat (27/9/2019) malam harus merasakan dampak mengkonsumsi susu kemasan yang telah kadaluarsa. Alhasil perawat yang mengkonsumsinya mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah.

Informasi yang dihimpun maharnews, susu kadaluarsa tersebut merupakan jatah konsumsi perawat yang piket malam, sehingga perawat yang bertugas tidak lagi mengecek tanggal kadaluarsa yang tercantum di kemasan. Beruntung hanya seorang perawat dengan inisial ES yang diinfus.

Mengetahui informasi tersebut, Ketua DPD Jawa Barat, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara (YLPKN), Hendra Malik mengaku akan segera mendatangi RSUD untuk meminta penjelasan terkait insiden tersebut. Pasalnya nyawa puluhan perawat terancam akibat pembagian susu kemasan kadaluarsa sebagai jatah konsumsi perawat yang piket malam.

"Selain penjelasan, manajemen RSUD juga harus bertanggung jawab atas kejadian itu," geramnya, Sabtu (28/9/2019).

Malik menyebut dirinya masih menggali informasi terkait insiden tersebut. Menurutnya ada faktor kesengajaan dalam kejadian itu, pasalnya semua susu kemasan yang dibagikan seluruhnya kadaluarsa.

"Kalau satu atau dua susu kemasan yang kadaluarsa kemungkinan bukan faktor sengaja, tetapi informasi yang saya dapat semuanya kadaluarsa. Kita akan cari tahu apakah susu kemasan yang diberikan adalah stok lama yang dimiliki rumah sakit, kalau bukan, beli dimana, karena yang menjualnya harus ikut bertanggungjawab," sebutnya.

Malik mengungkapkan jika nanti tidak ada penjelasan dan tanggungjawab dari manajemen RSUD Sayang, tidak menutup kemungkinan insiden itu akan berakhir di Aparat Penegak Hukum (APH). Sehingga kejadian serupa tidak terulang kedepannya.

"Untung saja tidak ada korban yang meninggal dunia," cetusnya.

Sementara hingga berita ini dinaikkan, pihak manajemen RSUD Sayang belum bisa dimintai keterangan, lantaran liburan akhir pekan. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar