Surat Dispensasi Palsu Ditujukan ke KUA Cikalongkulon

Surat Dispensasi Palsu Ditujukan ke KUA Cikalongkulon

Foto : Kantor KUA Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur (sumber: net).



CIANJUR. Maharnews.com - Surat dispensasi pernikahan yang telah dipastikan palsu, ternyata ditujukan ke Kantor Urusan Agama (KUA) Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Namun, surat itu belum dapat dipastikan keberadaannya, pasalnya perlu izin dari bimbingan masyarakat (Bimas) Kemenag Kabupaten Cianjur untuk membuka arsip terkait pernikahan.

Kepala KUA Cikalongkulon, Irwan Juandi mengatakan belum bisa membuka arsip pernikahan yang ada di kantornya. Harus mendapatkan izin dari bagian Bimas Kemenag Cianjur, untuk mengecek keberadaan surat itu.

"Nanti saya mengajukan permohonan izin dahulu, kalau sudah ada izin saya akan kabari nanti," ujarnya sembari meminta nama pasangan pengantin yang tertera di dalam surat palsu itu, Selasa (12/3/2019).

Terkait dugaan adanya oknum nakal di kantor yang dipimpinnya, Irwan membantah tegas hal itu. Ia juga setuju dengan tindakan yang akan diambil oleh Camat Cikalongkulon untuk membawa hal tersebut ke ranah hukum.

"Kalau memang ada tindakan pidana yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dipersilahkan melaporkan ke aparat penegak hukum. Itu akan menjadi shock terapi bagi oknum tersebut,"

Menurut Irwan hal itu diperlukan agar tindakan pemalsuan surat seperti itu tidak diikuti pihak lain. Memang diperlukan tindakan tegas sebagai bentuk pelajaran.

"Sehingga kedepan tidak ada yang berani mencoba melakukan hal serupa," sebutnya.

Berdasarkan aturan, lanjut Irwan seluruh pengurusan persyaratan pernikahan tidak dapat diwakilkan. Sehingga kemungkinan hal itu dilakukan oleh para pegawainya sangat kecil.

"Seluruh persyaratan harus diurus oleh pemohon sendiri, KUA tidak dibenarkan menguruskan hal itu," tegasnya.

Sebelumnya, Berawal dari foto selembar surat dispensasi untuk keperluan nikah yang masuk ke aplikasi pesan redaksi, sekilas tidak ada yang aneh. Kepala surat itu bertuliskan Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur dan dibubuhi tanda tangan serta stempel Camat sebagai pemberi dispensasi.

Namun, surat formal itu berdasarkan informasi yang dihimpun diduga palsu dan dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tak hanya itu, surat dispensasi pernikahan tersebut diketahui dirupiahkan kepada masyarakat yang memerlukannya.

Memastikan hal itu, Camat Cikalongkulon, Acep Junaedi terkejut saat diperlihatkan foto surat dispensasi itu. Bahkan ia secara tegas memastikan bahwa tanda tangan yang berada di surat tersebut bukan miliknya. Ia sangat yakin tanda tangannya telah dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Tak hanya tanda tangan, sudah dapat dipastikan stempel yang dibubuhkan itu juga palsu, jelas surat ini palsu," ungkapnya saat ditemui di Pendopo Cianjur, beberapa waktu lalu.

Acep menerangkan surat seperti itu memang ada dan biasa digunakan saat pendaftaran pernikahan. Ia juga membantah tegas terkait informasi yang beredar di masyarakat adanya pungutan dalam proses pengurusan surat tersebut.

"Pihak kecamatan atau bahkan saya pribadi tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses pengurusan surat itu. Jika memang ada oknum yang melakukan itu, dipersilahkan untuk di proses secara hukum," tegasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar