Diduga Mark up, Pengadaan Barang di DPRD Cianjur Jadi Sorotan

Diduga Mark up, Pengadaan Barang di DPRD Cianjur Jadi Sorotan

CIANJUR. Maharnews.com - Pengadaan barang di gedung wakil rakyat Kabupaten Cianjur menjadi sorotan aktivis. Pasalnya dua pengadaan itu, yakni pengadaan perlengkapan kantor dan mic confrence dinilai dua kali lipat harga pasar pada umumnya, apalagi produk yang digunakan tidak berasal dari dalam negeri alias impor.

Pentolan aktivis Cianjur, Ahmad Anwar yang kerap disapa Ebes menyebut hal itu sebagai bentuk perampokan kepada rakyat. Dugaan markup harga dua kali hingga tiga kali harga pasaran memperlihatkan kebodohan wakil rakyat Cianjur.

“Tolol, Indonesia sudah bisa buat dua barang itu, kenapa harus impor segala. Di pasaran saja harganya tidak sampai segitu, ini kuat diduga dirampok oleh wakil rakyat,” ucapnya, Senin (21/1/2019)

Ebes juga mempertanyakan harga mic confrence senilai 200 juta yang dianggarkan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2018. Ia geleng kepala melihat harga mic yang begitu melangit dan barang impor pula. Menurutnya jika dimisalkan seluruh gedung menggunakan 200 mic atau empat kali jumlah anggota dewan yang ada saat ini, maka harga satu mic berkisar 1 juta per satuannya.

“Ini Edan, kalau memang tidak bisa membantu masyarakat Cianjur, Ketua DPRD dan Sekwan sebaiknya mundur, jangan rampok uang rakyat,” tegasnya.

Ebes berniat akan melakukan pelaporan terkait dugaan tersebut. Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekwan harus bertanggung jawab atas kelalaiannya.

“Harus diberi efek jera, agar oknum yang berani merampok uang rakyat menerima sanksinya,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris DPRD Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto mengakui bahwa harga dalam pagu merupakan hasil konsultasi dengan konsultan. Selain itu, sebagai pembanding harga, Ia telah melakukan survei harga pasar.

“Memang segitu yang dianggarkan kang, itu juga sudah melalui pembahasan dewan dan tidak ada perubahan,” tuturnya. (wan)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE