Pembangunan DD Lompat Tahun Pasti Jadi Temuan, Asep Suhara: Offside

Pembangunan DD Lompat Tahun Pasti Jadi Temuan, Asep Suhara: Offside

Foto : Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur



CIANJUR. Maharnews.com - Banyak pertanyaan dari masyarakat terkait pembangunan menggunakan Dana Desa (DD) yang belum selesai hingga akhir tahun 2019. Pembangunan yang terlanjur dilaksanakan akhirnya tetap dilanjutkan, namun ada juga yang terlantar dan tidak diteruskan saat berganti tahun 2020.

Informasi dihimpun, desa diketahui mendapatkan pencairan DD tahap III di penghujung bulan di akhir tahun, yaitu bulan Desember 2019. Karena waktu yang mepet, akhirnya pembangunan tetap dilaksanakan karena telah diprogramkan.

Hasil pantauan di lapangan, pembangunan jembatan di salah satu desa di Kecamatan Bojongpicung pekerjaannya lompat tahun, begitu pula pembangunan dua jalan di salah satu desa Kecamatan Kadupandak dan terakhir hal serupa juga terjadi pada pembangunan jalan di salah satu desa Kecamatan Cugenang, semuanya dilaksanakan di akhir tahun. Alhasil pembangunan belum selesai meski tahun telah berganti.

Muncul tanda tanya besar bagaimana pembuatan laporan pertanggung jawabannya dan uangnya disimpan dimana karena seharusnya sudah tutup buku. Akankah hal tersebut menjadi temuan?.

Guna mendapat jawaban, Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur menjadi salah satu tujuan. Sudah menjadi tupoksinya untuk memeriksa desa terkait pengelolaan DD.

Sekretaris Itda Kabupaten Cianjur, Asep Suhara memberikan jawabn yang sangat tegas. Ia memastikan semua pembangunan yang menggunakan anggaran DD lompat tahun pasti menjadi temuan.

"Pasti jadi temuan atuh, tak perlu dijawab itu mah," tegasnya saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Suhara menerangkan temuannya pasti berbeda setiap desa tidak bisa dipukul rata. Tetapi jika kegiatannya di tahun 2019 tetapi dikerjakan 2020 jelas salah.

"Kegiatannya di 2019, dikerjakannya 2020, offside," terangnya.

Suhara menuturkan untuk memastikan temuannya harus diperiksa dahulu. Kemungkinannya temuannya bisa berupa administrasi atau ada potensi kerugian negara.

"Tidak menutup kemungkinan keduaanya menjadi temuan, ada temuan administrasi dan potensi kerugian negara," tuturnya

Suhara mengungkapkan di 2020 ini akan memeriksa ratusan desa terkait pengelolaan DD 2019.

"Tahun 2020 dari bulan Januari hingga Juni rencananya 120 desa akan diperiksa," pungkasnya. (wan)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE