Buruh Tani Laporkan Habib, Mediasi Tak Berujung Damai

Buruh Tani Laporkan Habib, Mediasi Tak Berujung Damai

Foto : Ilustrasi (net)



CIANJUR. Maharnews.com – Tim kuasa hukum dari kedua belah pihak melakukan pertemuan untuk mengupayakan mediasi, Kamis (29/7/21). Namun sepertinya hasil yang diharapkan masih belum bisa tercapai.

Kuasa Hukum terlapor, Syahrial Afkar, mengatakan ada dua kasus yang bersamaan yang menimpa pihak kliennya, yang pertama diselesaikan secara kekeluargaan. Sedangkan yang kedua menurutnya sudah selesai dengan kasus yang pertama.

"Jadi kalau kita dari kuasa hukum kita menunggu, karena kita yang diserang karena kita yang dipukuli dahulu seharusnya kita yang melapor. Tetapi kita terlapor, kita menunggu, mereka maunya seperti apa, kalau mau damai ayo kita damai, kalau mau lanjut ayo kita lanjut. Kita juga manusia kita mau damai toh," ujarnya.

Sementara, Kapolsek Pacet, AKP Galih menyambut baik adanya pertemuan tersebut. 

"Kita menyambut baik kalau memang ada upaya damai," sebutnya.

Kapolsek menjelaskan, sekalipun kasus tersebut delik aduan, pihaknya sesuai dengan peraturan kapolri yang disebut Restoratif (Restorative Justice), yaitu penyelesaian perkara di luar persidangan. 

"Terlebih yang masih diduga korban ini luka ringan, dan ada hubungan keluarga. Jadi atas dua dasar itu nanti kita pertimbangkan," jelasnya.

Menurutnya, masih ada dua catatan penting jika ingin ada proses islah, yaitu ada syarat materil dan formilnya. 

"Artinya dengan adanya inisiatif untuk islah ini mudah-mudahan, tidak akan adanya konflik yang berkepanjangan. Kita tunggu hasilnya saja seperti apa," pungkasnya.

Awalnya, Tim kuasa hukum Pelapor, Devi juga menyambut baik niatan itu saat pertemuan. Namun setelah disampaikan kepada pihak pelapor, keputusannya ternyata tetap melanjutkan proses hukum. 

"Kita akan lanjut, sesuai dengan prosedur hukum yang ada," ungkapnya saat dihubungi setelah beberapa jam dari pertemuan mediasi tersebut. (wan/cr1)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE