Pemda Tidak Konsisten, Pengusaha Wisata Kembali Telan Pil Pahit

Pemda Tidak Konsisten, Pengusaha Wisata Kembali Telan Pil Pahit

Foto : Lokasi wisata Curug Citambur, Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda yang minus pengunjung.



CIANJUR. Maharnews.com – Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2021 bertanggal 23 Agustus 2021 terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kandaskan harapan pengusaha tempat wisata. Pasalnya, dalam aturan itu, Kabupaten Cianjur termasuk daerah dengan PPKM level 4, dan akhirnya hanya bisa mengelus dada.

Padahal pada tanggal yang sama, Surat Edaran Pemerintah Daerah Cianjur bernomor 443/5868/Disparpora, perihal Pelonggaran PPKM Level 3 dalam penanganan COVID-19, pada tempat wisata di Kabupaten Cianjur, sempat memberikan angin segar bagi para pengelola tempat wisata untuk kembali mendapatkan pundi rupiah. Tetapi kenyataan berbicara lain, Instruksi Menteri itu seakan memberikan tamparan keras, karena sudah jelas derajat instruksi menteri lebih tinggi dari surat edaran Bupati.

Alhasil, mau tidak mau, pengusaha harus mematuhi aturan tersebut dan memilih tutup. Pil pahit kembali terpaksa ditelan, kondisi merugi kembali dirasakan.

Seperti diutarakan, oleh pengelola wisata Curug Citambur Desa Karangjaya Kecamatan Pasirkuda, Nawa Nurarif (30) mengatakan dari awal pandemi, sektor pariwisata sangat terkena dampak, ditambah dengan kebijakan PPKM darurat, dan PPKM level.

"Dari awal pandemi kita sudah merugi, ditambah lagi kebijakan pemda yang tidak konsisten, akhirnya wisatawan tidak jadi berwisata, karena ternyata kita ditetapkan PPKM level 4," ungkapnya.

Menurut Nawa, kerugian yang dialami oleh para pengelola wisata tidak tanggung, terutama para pedagang di tempat wisata banyak yang gulung tikar. Parahnya, tidak pernah ada bantuan pemulihan ekonomi, dari Pemda.

“Sebelum pandemi minimal 1000 orang yang berkunjung ke Citambur, dengan adanya pandemi sekarang mana ada. Katanya ada bantuan, tetapi sejauh ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas pariwisata Cianjur untuk para pengelola wisata Curug Citambur," kesalnya.


Foto: Bupati Cianjur, Herman Suherman bersama Wakil Bupati, Tb. Mulyana saat diwawancarai di lokasi kegiatan Pemda.

Terpisah, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan ketika membuat Surat Edaran secara administrasi Cianjur, masih dalam PPKM level 3. Sehingga pihaknya berkeinginan membuka tempat wisata di cianjur sebanyak 25 persen, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.

“Kemaren ketika saya membuat surat edaran, itu pada saat situasi sesuai dengan administrasi masih PPKM level 3. itu diperintahkan oleh pak Gubernur untuk wisata bisa dibuka 25 persen, tapi situasi saat ini secara administrasi cianjur ini level 4, kita ikuti saja,” kata Herman, Rabu (25/08/2021).

Herman menegaskan dengan adanya kejadian tersebut, mau tidak mau menerima penetapan PPKM Level 4, konsekuensi memberlakukan penutupan kembali tempat wisata yang sebelumnya akan diperlonggar.

“Mau tidak mau sekarang pemberlakuan level 4, walaupun sebenarnya kondisi masyarakat relative lebih baik, tapi administrasi seperti itu, kita ikuti aja, Sekarang untuk wisata persiapkan aja dulu, persiapan infrastrukturnya,” tegasnya. (wan/cr1)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE