Petani Milenial Cianjur Mulai Berbisnis Budidaya Porang

Petani Milenial Cianjur Mulai Berbisnis Budidaya Porang

Foto : Ketua paguyuban Porang Cianjur, Yandi Setiandi (tengah, memegang benih porang dari bunga alias spora) yang juga kerap disapa Mbah porang Cianjur memberikan penjelasan terkait budidaya porang, mulai dari penanaman hingga potensi keuntungannya, Minggu (29/11/2020).



CIANJUR. Maharnews.com - Budidaya porang di Kabupaten Cianjur mulai menjadi buah bibir. Kali ini, giliran petani milineal yang ingin terjun menggeluti budidaya tanaman umbi tersebut.

Ketua Paguyuban Porang Cianjur, Yandi Setiandi mengatakan wajar jika petani milenial alias petani muda mulai tertarik budidaya porang. Pangsa pasar yang jelas dan potensi keuntungan yang besar menjadi alasannya.

"Kebutuhan porang untuk ekspor masih sangat kekurangan dan masih jauh dari kuota yang diminta, peluangnya masih terbuka lebar," ucapnya saat ditemui di salah satu lahan milik petani milenial, di Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur, Minggu (29/11/2020).

Yandi Setiandi yang juga kerap disapa Mbah porang Cianjur mengungkapkan budidaya porang terbilang mudah dan tidak terlalu menguras tenaga. Sehingga ia sengaja memberikan pemahaman dan potensinya kepada petani milenial.

"Motivasi dan pemahaman sengaja saya berikan tidak hanya kepada petani milenial tetapi bagi yang lain pun saya siap membantu. Harapan ke depan Cianjur bisa menjadi salah satu sentra porang di Jawa Barat," ungkapnya.

Sementara, seorang petani muda, Zuhal (24) mengaku sangat terbantu dengan penjelasan yang diberikan oleh mbah porang. Apalagi untuk Kota Tatar Santri, pertanian porang masih terbilang baru.

"Informasi dan pengetahuan seperti ini sangat membantu bagi kami petani milenial," sebutnya.

Zuhal menuturkan lahan awal yang digunakan hanya sekitar satu hektar. Ia juga berencana akan mengajak beberapa temannya untuk turut mengikuti jejaknya.

"Potensi keuntungan yang besar menjadi daya tarik tersendiri. Tidak menutup kemungkinan rekan-rekan saya juga turut tertarik," pungkasnya. (wan)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE