Sekcam Sukanagara Menjadi Penerjemah Dadakan

Sekcam Sukanagara Menjadi Penerjemah Dadakan

Penguasaan bahasa asing di era globalisasi seperti ini sangat diperlukan. Karena bukan hal mustahil jika suatu saat, warga asing tiba-tiba menyapa atau mencoba berkomunikasi. Hal itu terjadi pada Sekretaris Kecamatan Sukanagara, Tantan Nurhasan, yang mendadak menjadi penerjemah bahasa asing.

Tantan mengungkapkan nama mahasiswa itu Joel Denis yang berasal dari Universitas Grifith Quesland Australia, Jurusan Pekerjaan Sosial (Social work) Fakultas Ilmu Sosial. Namun diakuinya pertemuan tersebut tidak disengaja.

“Kebetulan saat ada reuni dengan teman kuliah Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung di Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong, mahasiswa tersebut ikut dalam rombongan,” ungkapnya, Minggu (18/3/2018).

Ditanya mengapa dirinya menjadi penerjemah dadakan, Tantan menyebut dalam rombongan reuni, kemungkinan banyak yang tidak percaya diri atau kurang fasih dalam berbahasa asing. Sehingga dirinya ditunjuk menjadi penerjemahnya.

“Bersyukur penguasaan bahasa asing Saya yang fasih dapat berguna, sehingga menjadi penerjemah dalam komunikasi dengan mahasiswa asing itu,” sebutnya.

Lebih detail, lanjut Tantan, mahasiswa asing itu sedang melakukan penelitian terkait permasalahan sosial di Bandung dan tertarik dengan Cianjur. Berdasarkan kesimpulan sementara mahasiswa asing itu, perlu adanya peningkatan wawasan bagi keluarga yang mengalami masalah sosial.

“Terlebih pada keluarga penyandang cacat yang cenderung menutup diri, sehingga pemerintah mengalami kesulitan dalam mendeteksinya. Sehingga diperlukan pembinaan dan penerangan bagi keluarganya, agar tidak merasa malu atau merasa aibnya akan terbuka,” ucapnya.

Tantan membeberkan, dengan menguasai bahasa asing, Ia dapat berkomunikasi dan mengetahui perbedaan penanganan terkait masalah sosial di Indonesia dan Australia.

“Intinya, penguasaan bahasa asing sangat diperlukan dalam era globalisasi saat ini,” pungkasnya. (wawan)

 




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE